ByteDance Lakukan Penyesuaian Organisasi dan PHK Karyawan Tokopedia
Induk usaha TikTok, ByteDance, dilaporkan kembali melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal terhadap karyawan Tokopedia pada awal Juli 2026 untuk melakukan penyelarasan organisasi di bidang riset dan pengembangan (R&D). Langkah efisiensi ini memicu kabar di media sosial melalui akun Instagram @ecommurz bahwa perusahaan hanya menyisakan sekitar 10 persen pegawai, seperti dilansir dari Detik Finance. Pihak manajemen mengakui adanya langkah efisiensi yang berfokus pada struktur tim R&D tersebut, namun mereka enggan membeberkan jumlah pasti dari pekerja yang terdampak pemangkasan.
Restrukturisasi ini menjadi rangkaian pemangkasan kesekian kalinya sejak TikTok menguasai mayoritas saham Tokopedia sebesar 75 persen pada akhir tahun 2023.
"Ini bukan keputusan yang mudah, dan kami fokus untuk memberikan dukungan kepada rekan-rekan kami yang terdampak selama masa transisi ini," jelas Juru Bicara TikTok. Perusahaan menyatakan bahwa penataan ulang pada divisi teknologi ini ditujukan untuk memastikan keberlanjutan operasional jangka panjang.
"Kami tengah menyelaraskan organisasi riset dan pengembangan pada ranah yang dapat mendorong pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan bagi bisnis kami, komunitas kreator, dan penjual di platform kami," kata Juru Bicara TikTok. Kebijakan serupa tercatat pernah berimbas pada penyesuaian 450 pekerja Tokopedia sekitar bulan Juni 2024 setelah ByteDance menggelontorkan dana sebesar US$ 1,5 miliar untuk penggabungan operasi bisnis.
"Menyusul penggabungan TikTok dengan Tokopedia, kami telah mengidentifikasi beberapa area yang perlu diperkuat dalam organisasi dan menyelaraskan tim kami agar sesuai dengan tujuan perusahaan. Sebagai hasilnya, kami harus melakukan penyesuaian yang diperlukan pada struktur organisasi sebagai bagian dari strategi perusahaan agar dapat terus tumbuh," kata Razak pada Jumat (14/6/2024) silam. Keputusan pengurangan staf tersebut kemudian berlanjut pada pertengahan tahun 2025 dengan menyasar divisi teknologi informasi (IT), customer care, pemenuhan pesanan, hingga gudang. Sebanyak 180 orang dilepas pada Juli 2025, disusul dengan pengurangan 240 orang pada Agustus di tahun yang sama sehingga totalnya mencapai 420 karyawan.
"Intinya dari TikTok bilang kalau karyawan Tokopedia tuh 'gemuk' banget. Jadi harus dipangkas jadi ratusan (karyawan) saja," ujar sang sumber kala itu.
Hingga akhir tahun, proses pemindahan koordinasi tim teknis yang tersisa dikabarkan terus berjalan menuju basis utama di China seiring rampungnya integrasi sistem kedua perusahaan.