ByteDance Lakukan PHK Besar-Besaran di Tokopedia pada Juli 2026

Share

Perusahaan induk TikTok, ByteDance, dilaporkan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal yang menyasar hingga 90 persen karyawan Tokopedia pada awal Juli 2026 demi menyelaraskan organisasi riset dan pengembangan. Langkah efisiensi besar-besaran di platform belanja daring berusia 17 tahun tersebut dilansir dari Detik Finance berdasarkan informasi yang beredar di media sosial.

Pihak manajemen TikTok memberikan konfirmasi mengenai kabar pengurangan tenaga kerja tersebut dan mengakui adanya penyesuaian di dalam internal perusahaan. Namun, perusahaan tidak menyebutkan secara rinci jumlah pasti pegawai yang terdampak kebijakan ini.

"Ini bukan keputusan yang mudah, dan kami fokus untuk memberikan dukungan kepada rekan-rekan kami yang terdampak selama masa transisi ini," jelas Juru Bicara TikTok.

Pengurangan staf ini memperpanjang catatan efisiensi yang dilakukan sejak ByteDance mengakuisisi 75 persen saham Tokopedia pada akhir tahun 2023. Sebelumnya, gelombang PHK pertama setelah merger terjadi pada Juni 2024 yang berdampak pada 450 karyawan dengan tujuan memperkuat strategi pertumbuhan perusahaan.

"Menyusul penggabungan TikTok dengan Tokopedia, kami telah mengidentifikasi beberapa area yang perlu diperkuat dalam organisasi dan menyelaraskan tim kami agar sesuai dengan tujuan perusahaan. Sebagai hasilnya, kami harus melakukan penyesuaian yang diperlukan pada struktur organisasi sebagai bagian dari strategi perusahaan agar dapat terus tumbuh," kata Razak pada Jumat (14/6/2024) silam.

Mantan Direktur Corporate Affairs Tokopedia dan ShopTokopedia tersebut sempat memberikan penjelasan resmi kala efisiensi pertama bergulir. Di sisi lain, laporan Bloomberg mengonfirmasi bahwa ByteDance berupaya menekan pengeluaran operasional setelah menginvestasikan dana sebesar US$ 1,5 miliar untuk menggabungkan TikTok Shop dan Tokopedia.

Kebijakan pemangkasan terus berlanjut pada pertengahan tahun 2025 dengan memberhentikan 180 pekerja pada Juli dan 240 pekerja pada Agustus. Restrukturisasi berturut-turut ini berujung pada pemangkasan divisi teknologi informasi, layanan pelanggan, hingga tim gudang, serta pengalihan tim teknis yang tersisa ke wilayah China.

Langkah pengurangan pekerja pada Juli 2026 difokuskan pada penataan ulang divisi riset guna memastikan keberlanjutan usaha dalam jangka panjang. Struktur organisasi Tokopedia di Indonesia ke depan diproyeksikan akan lebih banyak diisi oleh tim bisnis dan pemasaran.

"Kami tengah menyelaraskan organisasi riset dan pengembangan pada ranah yang dapat mendorong pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan bagi bisnis kami, komunitas kreator, dan penjual di platform kami," kata Juru Bicara TikTok.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
daffa-raihan-maulana
Author