Bursa Efek Korea Hentikan Perdagangan KOSPI Usai Anjlok 8 Persen
Operator bursa Korea Exchange (KRX) membekukan sementara transaksi saham di bursa KOSPI selama 20 menit setelah indeks merosot lebih dari 8 persen dari penutupan sebelumnya. Kebijakan sakelar pemutus aliran listrik pasar atau circuit breaker ini aktif pada pukul 10.14 pagi waktu setempat akibat terpaan aksi jual masif pada saham sektor semikonduktor.
Tekanan hebat melanda pasar saham Korea Selatan seiring keraguan para pemodal terhadap besarnya realisasi belanja modal perusahaan raksasa di bidang kecerdasan buatan (AI). Penurunan tajam ini memaksa KRX menerapkan penghentian perdagangan lintas pasar secara menyeluruh.
Penguatan korelasi antara pergerakan bursa Korea Selatan dan sektor teknologi Amerika Serikat dinilai terjadi akibat pergeseran komposisi indeks yang kini didominasi emiten chip.
"Korelasi telah meningkat karena KOSPI telah menjadi indeks semikonduktor," kata Rolf Bulk, analis Futurum Group.
Dua raksasa teknologi, Samsung Electronics dan SK Hynix, memegang peranan sentral dalam rantai pasok perangkat keras AI global. Gabungan bobot saham kedua emiten tersebut bahkan telah menguasai lebih dari separuh total bobot dalam indeks KOSPI.
Aktivitas perdagangan kedua emiten tersebut sering kali menjadi indikator awal bagi sentimen pasar global terhadap industri kecerdasan buatan.
"Samsung dan SK Hynix menyediakan reaksi pasar yang paling likuid terhadap perkembangan semalam yang berdampak pada permintaan AI global," ujar Jung In Yun, pendiri Fibonacci Asset Management.
Keterpaparan tinggi SK Hynix pada pasokan high-bandwidth memory menjadikan sahamnya barometer utama dalam ekosistem AI. Media CNBC mencatat KOSPI sempat merosot lebih dari 8 persen pada 13 Juli, di mana saham SK Hynix anjlok hingga 15 persen dan mencetak rekor penurunan terbesar, sementara indeks Nasdaq 100 terkoreksi 1,88 persen pada hari yang sama.
Analis melihat adanya penyamaan arah pergerakan harga saham teknologi di kedua negara yang kini sangat bergantung pada sentimen industri hardware AI.
"Nasib saham teknologi AS dan saham teknologi Korea semakin didorong oleh faktor yang sama, yakni sentimen terhadap perdagangan perangkat keras AI," kata Phillip Wool, kepala riset Rayliant Global Advisors.
Tingginya korelasi ini menghilangkan keunggulan diversifikasi portofolio bagi investor yang mengoleksi saham AS sekaligus Korea Selatan. Kondisi tersebut membuat bursa Korea Selatan jauh lebih rentan terhadap potensi penurunan belanja modal dari perusahaan-perusahaan skala besar.
"Korea tidak lagi menyediakan diversifikasi terhadap teknologi AS. Dengan setengah indeks terkait pada satu tema siklis, perlambatan belanja modal hyperscaler akan menghantam pasar Korea lebih keras daripada kebanyakan pasar lain," kata Rolf Bulk.
Berdasarkan catatan CNBC, aktivasi penghentian sementara oleh KRX melalui mekanisme circuit breaker ini merupakan kejadian yang ketujuh kalinya sepanjang tahun ini.