Perum BULOG Perkuat Kualitas Cadangan Beras 5,4 Juta Ton
Perum BULOG memperketat pengawasan mutu Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di tengah stok beras nasional yang menyentuh angka 5,4 juta ton. Kebijakan ini menekankan pentingnya konsistensi seluruh pemangku kepentingan dari proses penggilingan hingga penyimpanan, sebagaimana dilansir dari Detikcom pada Minggu (2/8/2026). Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan penegasan tersebut saat berdialog dengan pengusaha penggilingan padi se-Bandung Raya di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Sabtu (1/8/2026).
Forum ini digelar guna menyelaraskan langkah menjaga kualitas beras nasional secara berkelanjutan. Rizal menjelaskan bahwa keberhasilan pengelolaan beras negara tidak semata bergantung pada jumlah pengadaan. Fokus perusahaan kini bergeser pada pemeliharaan mutu selama masa penyimpanan dan distribusi.
"Kualitas beras adalah tanggung jawab kita bersama. Stok yang besar harus diiringi dengan kualitas yang terjaga. Karena itu, saya mengajak seluruh mitra penggilingan untuk terus meningkatkan standar pengolahan, menjaga konsistensi mutu, dan memperkuat kolaborasi dengan BULOG agar masyarakat menerima beras dengan kualitas terbaik," ujar Dirut Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani.
Dalam rangkaian kunjungan kerjanya, Rizal meninjau mitra penggilingan CV Sarana Putra 2 di Kabupaten Sumedang. Monitoring lapangan tersebut bertujuan memastikan seluruh tahapan produksi, mulai dari penerimaan gabah hingga beras jadi, memenuhi standar mutu resmi BULOG. Selain fasilitas penggilingan, inspeksi mendadak juga dilakukan di Gudang Filial Kordon. Pemeriksaan mencakup kebersihan gudang, sirkulasi stok, sistem penyimpanan, serta kualitas fisik beras guna memastikan kesiapan infrastruktur CBP.
"Kami memastikan sistem pengamanan gudang berjalan optimal. Pengamanan gudang-gudang BULOG diperkuat melalui sinergi dengan personel TNI dan Polri guna menjaga keamanan stok Cadangan Beras Pemerintah sehingga proses penyimpanan dan distribusi dapat berlangsung secara aman, tertib, dan lancar," kata Ahmad Rizal Ramdhani. Sinergi antara pemerintah, pelaku usaha penggilingan, dan aparat keamanan dipandang sebagai fondasi utama stabilitas pasokan pangan. Komunikasi intensif terus dibangun demi mendukung pencapaian swasembada serta ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan.