Bulog Sumut dan Semarang Genjot Pasokan Beras SPHP Jelang Idul Adha

Share

Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara dan Kantor Cabang Semarang mengintensifkan penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) menjelang perayaan Idul Adha guna menjaga ketersediaan stok serta menekan potensi lonjakan harga di pasar tradisional.

Dilansir dari Kantor Berita ANTARA, Bulog Sumatera Utara menaikkan pasokan beras harian dari 250 ton menjadi 350 ton per hari ke seluruh jaringan mitra mereka.

"Kami meningkatkan jumlah pasokan ke sejumlah mitra guna menjaga ketersediaan beras SPHP di pasar," ujar Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumatera Utara Budi Cahyanto di Medan pada Senin, 25 Mei 2026.

Pihak Bulog Sumatera Utara mengalokasikan kuota hingga empat ton beras SPHP untuk setiap gerai di pasar tradisional serta melakukan pemantauan berkala guna mengantisipasi kelangkaan pangan bagi masyarakat.

"Selain itu, petugas secara berkala memantau sejumlah toko mitra Bulog di pasar agar ketersediaan beras SPHP tetap terjaga guna memenuhi kebutuhan masyarakat pada perayaan Idul Adha tersebut," kata Budi Cahyanto.

Program stabilitas ini juga memperluas jangkauan lewat pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar bersama jajaran Kodim dan Polres setempat.

"Untuk itu, dengan adanya peningkatan penyaluran kepada sejumlah mitra tersebut, ketersediaan beras SPHP di pasar dipastikan cukup aman," tutur Budi Cahyanto.

Masyarakat diimbau tetap tenang dan membeli kebutuhan pangan sewajarnya karena proses distribusi ke pedagang retail dan pasar resmi terus berjalan secara berkala.

"Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan karena pasokan beras SPHP terus diupayakan tersedia secara bertahap di pasar dan jaringan pengecer resmi," ucap Budi Cahyanto.

Dalam pelaksanaannya, penjualan beras subsidi ini tetap merujuk pada ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah senilai Rp13.100 per kilogram.

"Namun, harga jual di lapangan dapat menyesuaikan kebijakan masing-masing pihak dalam kerja sama tersebut," ujar Budi Cahyanto.

Berdasarkan data internal perusahaan, realisasi pengiriman beras komoditas ini di wilayah Sumatera Utara telah mencapai 14.920 ton sepanjang periode Maret hingga 24 Mei 2026.

"penyaluran itu telah mencapai 30,43 persen dari total yang ditargetkan dalam penyaluran beras SPHP 49.043 ton sampai Desember 2026," kata Budi Cahyanto.

Langkah serupa juga diterapkan oleh Bulog Cabang Semarang yang mempercepat penyaluran beras SPHP berkisar 1 hingga 2 ton per pasar sekaligus mendistribusikan komoditas minyak goreng Minyakita ke pasar SP2KP serta pasar tradisional di enam wilayah kerjanya.

Distribusi langsung terlaksana pada Sabtu, 23 Mei 2026 di Pasar Bulu Semarang dengan menggelontorkan 2 ton beras SPHP, sedangkan 600 liter Minyakita disalurkan di Pasar Kendal bersama Dinas Pasar setempat.

"Dropping beras SPHP kami lakukan setiap minggu di pasar-pasar di Semarang. Jika ada permintaan dari pedagang, Bulog siap mendistribusikan kembali," ujar pihak Bulog Cabang Semarang sebagaimana dilansir dari zonapasar.com.

Bulog Semarang menjual beras SPHP ke agen dengan harga Rp55.000 per kemasan 5 kg untuk konsumen akhir seharga Rp60.000 hingga Rp62.500 sesuai HET, sedangkan Minyakita dilepas Rp14.500 per liter agar agen bisa menjualnya sesuai HET Rp15.700 per liter.

Peningkatan pasokan ini mendapat respons positif dari para pedagang pasar retail karena mampu memenuhi tingginya permintaan konsumen terhadap komoditas pangan yang berkualitas.

"Distribusi beras SPHP lancar dan masyarakat mulai percaya dengan kualitas beras dari Bulog," kata Bu Katong, pedagang di Pasar Bulu.

Tingginya minat pembeli membuat komoditas komersial bersubsidi ini habis dalam waktu singkat di lapak pedagang sembako.

"hari ini ia mengambil 1 ton beras SPHP atau 200 sak untuk dijual kembali karena permintaan sangat tinggi," kata Bu Yuyun.

Rata-rata pedagang pasar mengakui pasokan beras bervolume besar tersebut terserap habis oleh konsumen hanya dalam kurun waktu sepekan.

"1 ton beras biasanya habis terjual dalam satu minggu," kata Bu Siti.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author