Budi Gunadi Sadikin Tanggapi Kabar Nominasi Direktur Jenderal WHO

Share

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menanggapi santai kabar yang menyebut dirinya menjadi salah satu kandidat kuat untuk menduduki posisi Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO. Posisi tersebut akan menggantikan Tedros Adhanom Ghebreyesus yang masa jabatannya berakhir pada Agustus 2027.

Saat ditanya mengenai kabar tersebut, dilansir dari Bloomberg Technoz, Budi hanya melempar candaan singkat di Gedung Kementerian Kesehatan pada Senin (22/6).

"Jadi ikatan wartawan saja, hehe," kata Budi.

Nama Budi mencuat dalam laporan Health Policy Watch yang menyebut persaingan memperebutkan kursi Direktur Jenderal WHO semakin menghangat menjelang dibukanya proses nominasi pada April 2026. Meski belum ada kandidat resmi, sedikitnya 12 nama masuk dalam radar pembicaraan komunitas kesehatan global.

Media tersebut mengabarkan Budi sebagai salah satu kandidat dengan peluang kuat. Seorang sumber senior menggambarkan Menteri Kesehatan Indonesia itu sebagai sosok yang memiliki peluang layak untuk memimpin WHO di tengah tantangan besar organisasi tersebut.

Latar belakang Budi sebagai mantan bankir dan pemimpin sejumlah perusahaan pelat merah dinilai menjadi nilai tambah. Pengalaman tersebut dianggap sejalan dengan kebutuhan WHO untuk memperkuat tata kelola fiskal dan menjaga keberlanjutan pendanaan organisasi.

Selama menjabat Menteri Kesehatan, Budi juga dinilai berhasil mendorong reformasi sistem kesehatan pascapandemi Covid-19, termasuk modernisasi infrastruktur kesehatan digital Indonesia. Namun, sejumlah kebijakan reformasi pendidikan kedokteran yang diinisiasinya menuai kritik dari sebagian kalangan profesi, termasuk Ikatan Dokter Indonesia atau IDI.

Menurut sejumlah sumber di Eropa yang dikutip Health Policy Watch, Budi disebut memperoleh dukungan dari kekuatan besar Asia seperti Jepang dan India. Selain itu, ia dipandang mampu menjembatani kepentingan negara berkembang dan Eropa, terutama dalam isu reformasi fiskal, transparansi, serta menjaga peluang kembalinya Amerika Serikat dalam agenda kesehatan global.

Meski secara historis kepemimpinan WHO mempertimbangkan rotasi kawasan, sejumlah sumber menyebut hal itu tidak lagi menjadi faktor utama. Dengan demikian, peluang kandidat dari Asia, termasuk Budi Gunadi Sadikin, dinilai tetap terbuka dalam perebutan kursi pimpinan organisasi kesehatan dunia tersebut.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author