Bubah Alfian Mengalami Kecelakaan Mobil Sepulang dari Jember
Perjalanan darat rombongan penata rias Bubah Alfian dari Jawa Timur menuju Jakarta berujung kecelakaan tunggal akibat seluruh penumpang mengalami kelelahan usai menghadiri Jember Fashion Carnaval, dilansir dari Detik Hot.
Peristiwa yang terjadi setelah persiapan acara selama sembilan hari tersebut memicu rasa panik karena kendaraan melaju tinggi dan sempat berganti pengemudi dari sopir utama ke videografer akibat kantuk berat.
"Kronologinya itu semuanya ngantuk karena udah 9 hari mempersiapkan Jember Fashion Carnaval. Pas balik itu juga ngejar kerjaan selanjutnya, gak sempat tidur, terus dipaksain karena ketinggalan pesawat dan kereta. Dan eh ganti, dari driver ganti ke videografer yang nyetir," kata Bubah Alfian di Studio Pagi-pagi Ambyar Trans TV, Mampang, Jakarta Selatan, Kamis (6/8/2026).
Kurangnya waktu istirahat selama persiapan agenda tahunan tersebut diakui menjadi penyebab utama seluruh penumpang kehilangan kesadaran sebelum insiden terjadi.
"Semuanya se-mobil ngantuk semua, karena emang 9 hari mempersiapkan Jember Fashion Carnaval, jadi gak ada yang tidur," lanjut Bubah Alfian.
Insiden fisik tersebut diduga makin parah lantaran adanya pengerjaan jalan serta kendaraan lain yang memicu manuver mendadak saat kecepatan tinggi.
"Saya gak tahu kronologinya seperti apa kejadiannya, udah di tengah-tengah itu baru kebangun. Tapi mobil yang di belakang juga ngebut banget sih," tutur Bubah Alfian.
Situasi tak terkendali bermula ketika kendaraan berusaha menghindari mobil lain yang berada di jalur yang sama secara mendadak.
"Terus lagi ngebut, ada perbaikan jalan sebelah kanan, terus kita ke kiri. Pas ke kiri tiba-tiba ada mobil der lurus, kita banting ke kanan, ditarik lagi… sebelah yang duduk di sebelah driver kebangun, ditarik ke kiri, ditarik lagi ke kanan, ke kiri, kena lagi belakangnya, jedar! Di dalam mobil itu udah der der der," cerita Bubah Alfian.
Kepanikan luar biasa sempat melanda ruang kabin hingga membuat Bubah memasrahkan diri saat kendaraan menghantam pembatas.
"Jadi saya ngomong kayak teriak-teriak, 'Pelan-pelan, pelan-pelan awas,' segala macam sampai yang, 'Asyhadu alla ilaha illallah, asyhadu anna muhammadar rasulullah.' Itu ada satu momen ketika ngerasa, ya udah kalau udah saatnya saya ikhlas," pungkas Bubah Alfian.
Kabar mengenai musibah lalu lintas tersebut sebelumnya sempat diunggah Bubah Alfian melalui akun Instagram pribadinya pada 29 Juli 2026.