BTN Jadikan Jawa Barat Pusat Pertumbuhan Bisnis Lewat Transformasi Ekosistem
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menempatkan Jawa Barat sebagai pusat pertumbuhan bisnis perseroan dalam fase transformasi yang tengah dijalankan. Langkah ini diambil seiring perluasan cakupan bisnis ke berbagai sektor produktif melalui pendekatan ekosistem yang lebih terintegrasi.
Seperti dilansir dari Bloomberg Technoz, strategi ini dilakukan melihat perkembangan ekonomi Jawa Barat yang terus menjadi salah satu kontributor terbesar bagi perekonomian nasional. Kawasan industri, sektor perhotelan, restoran, kafe, hingga transaksi perbankan menjadi fokus baru BTN dalam memperluas pangsa pasar.
Regional Office Head BTN Kantor Wilayah Jawa Barat, Asvianti Handaru, menyatakan bahwa Jawa Barat memiliki posisi yang sangat strategis dalam mendukung pertumbuhan perusahaan.
"BTN pertumbuhannya memang difokuskan ke Jawa Barat. Dulu fokus kami hanya di sektor perumahan karena industri ini memiliki sekitar 160 sektor turunan yang ikut terdampak. Sekarang kami sudah bertransformasi dan menyasar seluruh industri," kata Asvianti di Bandung, Sabtu (4/6).
Perubahan strategi tersebut mencerminkan transformasi BTN dari bank spesialis pembiayaan rumah menjadi institusi keuangan yang melayani kebutuhan berbagai sektor ekonomi secara komprehensif. Ekspansi ini bertujuan meningkatkan penyaluran kredit, memperbesar kontribusi transaksi perbankan, layanan digital, serta solusi keuangan bagi nasabah individu maupun pelaku usaha.
Dalam mengimplementasikan strategi tersebut, BTN membagi wilayah operasional Jawa Barat berdasarkan karakteristik ekonomi masing-masing daerah agar pendekatan bisnis menjadi lebih efektif.
Wilayah Jabar 1 yang meliputi Bekasi Raya hingga Karawang difokuskan untuk menggarap kawasan industri. Sementara wilayah Jabar 2 yang mencakup Bandung Raya hingga Cirebon diarahkan untuk memperkuat pembiayaan dan layanan bagi sektor hotel, restoran, dan kafe (horeka).
Menurut Asvianti, strategi tersebut tidak berhenti pada pemberian fasilitas pembiayaan semata. BTN ingin membangun ekosistem layanan yang saling terhubung untuk memenuhi seluruh kebutuhan bisnis para pelaku usaha.
"Misalnya di industri hotel, kami tidak hanya memberikan fasilitas kredit, tetapi juga layanan transaksinya. Seluruh kebutuhan ekosistemnya kami upayakan dapat dilayani oleh BTN," ujar Asvianti.
Pendekatan berbasis ekosistem ini diharapkan mampu meningkatkan hubungan jangka panjang dengan nasabah sekaligus memperluas sumber pendapatan nonbunga melalui transaksi perbankan. Perseroan juga memanfaatkan transformasi digital untuk memperkuat konektivitas layanan sehingga nasabah memperoleh pengalaman yang lebih praktis.
Pertahankan Dominasi Pasar
Berdasarkan data Bank Indonesia dan Badan Pusat Statistik, BTN masih memiliki posisi yang cukup kuat dan menempati lima besar bank dengan penyaluran kredit terbesar di Jawa Barat. Khusus pada segmen Kredit Pemilikan Rumah program pemerintah, BTN bersama anak usahanya masih mempertahankan posisi sebagai pemimpin pasar.
"BTN menempati peringkat pertama di Jabar 1, Jabar 2, maupun secara keseluruhan provinsi Jawa Barat," bebernya.
Dominasi tersebut menjadi modal penting bagi BTN untuk memperluas penetrasi ke sektor ekonomi lainnya. Pada sisi pembiayaan, BTN tetap mengalokasikan 90 persen portofolio pembiayaan untuk kredit program pemerintah yang mencakup KPR subsidi, Kredit Usaha Rakyat sektor perumahan, hingga pembiayaan bagi pengembang.
"Komposisi porsinya tetap, sedangkan pertumbuhan didorong melalui peningkatan volume penyaluran," imbuhnya.
Selain pembiayaan, BTN menargetkan peningkatan transaksi perbankan melalui penguatan layanan digital dari sekitar dua juta nasabah yang dimiliki saat ini.
"Tujuan kami bukan hanya meningkatkan keuntungan bank, tetapi juga memastikan seluruh kebutuhan transaksi nasabah dapat dilakukan melalui ekosistem BTN," jelasnya.
Ke depan, BTN juga akan memperluas pembiayaan ke berbagai sektor produktif seperti usaha mikro, kecil, menengah, hingga Small and Medium Industries. Sektor ekonomi kreatif di Bandung juga dinilai memiliki potensi besar untuk terus berkembang apabila didukung akses pembiayaan yang memadai.
Menurut Asvianti, Bank Indonesia saat ini tengah menyiapkan regulasi yang akan mempermudah pembiayaan bagi pelaku ekonomi kreatif.
"Harapannya, sektor ini bisa lebih mudah memperoleh akses pembiayaan sehingga potensinya dapat berkembang lebih optimal," terangnya.