Bryan Johnson Alami Autoimun Gastritis Setelah Berburu Hidup Abadi
Miliarder teknologi Bryan Johnson didiagnosis mengidap penyakit Autoimmune Gastritis setelah tim medis mendeteksi tingginya antibodi sel anti-parietal melalui protokol kesehatan intensif miliknya, sebagaimana dilansir dari Detik Health.
Pengusaha berusia 48 tahun tersebut mengalami kondisi kronis ketika sistem kekebalan tubuh menyerang dinding lambungnya sendiri. Masalah kesehatan ini terungkap setelah sang miliarder mengalami misteri kekurangan zat besi yang tidak terdeteksi selama lebih dari satu dekade.
"Kabar buruk pertama: Saya mengidap penyakit autoimun. Lambung saya memakan dirinya sendiri," tulis Bryan Johnson.
Penemu proyek penuaan dini Blueprint tersebut menjelaskan bahwa penyakit ini diderita oleh sekitar 2 hingga 5 persen populasi dunia. Gejala kondisi ini sering kali tersembunyi dan sulit dideteksi sejak awal oleh tim medis.
"Petunjuk paling awal, yaitu feritin rendah, sering kali diabaikan oleh dunia kedokteran standar. Cadangan zat besi yang rendah dianggap normal dan jarang diselidiki jika anemia belum muncul. Titik buta itulah yang menyembunyikan penyakit saya selama satu dekade," tegas Bryan Johnson.
Penyakit Autoimmune Gastritis merusak sel-sel lambung yang bertugas memproduksi asam lambung dan protein penyerap vitamin B12. Guna mengatasi kekurangan zat besi di tubuhnya, Johnson kini telah menerima infus zat besi intravena sebesar 1.000 mg dan bersiap menjalankan prosedur riset eksperimental.
"Kita sering menghabiskan hari-hari untuk hal-hal sepele jika dibandingkan dengan apa yang sebenarnya kita pedulikan. Namun jauh di lubuk hati, kita tahu bahwa di tengah semua kebisingan ini, kesehatan sangat mudah dilupakan sampai akhirnya itu menjadi satu-satunya hal yang paling berarti," pungkas Bryan Johnson.