Brawijaya Hospital Gandeng Mitra Perkuat Layanan Kesehatan Terintegrasi
Brawijaya Hospital memperkuat kolaborasi bersama mitra asuransi dan korporasi melalui kegiatan Partner Gathering. Dilansir dari Detik Health, agenda ini menjadi sarana mempererat hubungan sekaligus memperkenalkan empat Center of Excellence sebagai layanan unggulan terintegrasi.
Rumah sakit ini menghadirkan empat Center of Excellence untuk meningkatkan pelayanan yang lebih spesialis. Layanan tersebut meliputi BraveHeart Center, Orthopedic Center, Jakarta Gynecology Center (JGC), dan Benih IVF Center yang didukung teknologi medis terkini.
Ketua BraveHeart Center Brawijaya Hospital, Dr. dr. M. Yamin, Sp.JP(K), Sp.PD, menjelaskan bahwa pusat layanan ini mengedepankan pendekatan komprehensif multidisiplin. Penanganan mencakup pembuluh darah, otak, hingga kasus penyakit jantung koroner dan gagal jantung.
"BraveHeart itu sebenarnya brain, vascular, and heart. Dengan sifatnya yang komprehensif, dari anak hingga dewasa, kami ingin menghadirkan layanan jantung yang terbaik dan menyeluruh," kata Dr. dr. M. Yamin dalam acara yang digelar, Kamis (11/6/2026).
Metode penanganan yang tersedia meliputi pemasangan ring jantung, operasi bypass, ablasi gangguan irama jantung, hingga pemasangan alat pacu jantung. Pendekatan dari pasien anak hingga dewasa menjadi keunggulan utama.
"Pendekatan yang komprehensif dari pasien anak hingga dewasa menjadi salah satu keunggulan layanan tersebut," ucapnya.
Sementara itu, Orthopedic Center hadir menangani kasus tulang dan sendi. Dokter Spesialis Bedah Orthopedic dan Traumatologi Brawijaya Hospital, dr. Nicko Perdana Hardiansyah, Sp.OT, Subsp.OTB, menyebut mayoritas tindakan kini menggunakan metode minimal invasif.
"Hampir 60-70 persen kasus bisa ditolong dengan tindakan minimal invasif. Sayatannya kecil, masa rawat lebih singkat, dan risikonya jauh lebih rendah," ujar dr. Nicko Perdana Hardiansyah.
Metode mutakhir seperti endoskopi tulang belakang dan teknologi robotik untuk operasi penggantian sendi telah diterapkan. Penanganan ini mempercepat pemulihan pasien dengan masa rawat rata-rata tidak lebih dari dua hari.
"Sekitar 80 persen gangguan tulang belakang yang ditemuinya terjadi pada kelompok usia produktif, yakni 17 hingga 38 tahun," ungkap dr. Nicko.
Kesehatan Perempuan dan Program Fertilitas
Brawijaya Hospital juga memperkenalkan Jakarta Gynecology Center (JGC) untuk penanganan kista, miom, adenomiosis, hingga kanker ginekologi. Dokter Spesialis Ginekologi Onkologi dan Laparoskopi Tingkat Lanjut Brawijaya Hospital, dr. Firman Santoso, Sp.OG, menyatakan JGC mengedepankan tim multidisiplin.
Layanan ini menggunakan teknologi laparoskopi tiga dimensi melalui empat sayatan kecil berukuran 5 milimeter. Penerapan metode ini meminimalkan pendarahan dan mempercepat masa rawat pasien di rumah sakit.
"Dengan metode tersebut, pasien dapat pulih lebih cepat, risiko perdarahan lebih rendah, serta masa rawat menjadi lebih singkat. Ke depan, JGC juga menyiapkan layanan robotic surgery untuk mendukung tindakan ginekologi yang lebih presisi," imbuh dr. Firman.
Pada bidang fertilitas, Benih IVF Center menyediakan program bayi tabung atau In Vitro Fertilization (IVF) dengan sistem one stop service. Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi Subspesialis Fertilitas, dr. M. Haekal, Sp.OG, Subsp.FER, FICS, MIGS, menjelaskan layanan didukung pemeriksaan genetik embrio PGT-E.
Pusat fertilitas ini menjalin kolaborasi internasional dengan pakar dari Hamburg Fertility Center Jerman, Prof. Robert Fischer. Sebelum program dimulai, pasangan wajib menjalani evaluasi menyeluruh terhadap faktor kesuburan pria maupun wanita.
"Semakin cepat dilakukan akan semakin baik. Di bawah usia 35 tahun hasilnya akan jauh berbeda dibandingkan di atas usia 35 tahun," kata dr. M. Haekal.
Tingkat keberhasilan program bayi tabung di Benih IVF Center dilaporkan mencapai 45-50 persen. Angka keberhasilan ini tercatat lebih tinggi daripada rata-rata nasional yang berada pada kisaran 25-30 persen.