Brasil Waspadai Taktik Psikologis Erling Haaland Menjelang Babak 16 Besar
Gelandang tim nasional Brasil Bruno Guimaraes meminta rekan-rekannya untuk mewaspadai taktik psikologis penyerang Norwegia Erling Haaland menjelang pertandingan babak 16 besar Piala Dunia pada Minggu nanti.
Guimaraes membantah anggapan bahwa Brasil merupakan favorit mutlak dalam laga sistem gugur tersebut, meskipun Norwegia memiliki keunggulan historis dengan catatan dua kemenangan dan dua hasil imbang dalam pertemuan sebelumnya.
"Dia sangat licik dalam apa yang dia katakan. Dia melepaskan semua tanggung jawab dari mereka dan menimpakannya kepada kami. Sejujurnya, saya tidak terlalu peduli dengan apa yang orang lain lakukan.
Sepak bola ditentukan di lapangan. Sebelas lawan sebelas. Ini akan menjadi pertandingan yang hebat dan berlangsung sengit.
Mereka juga memiliki kelebihan. Pemain-pemain bertubuh tinggi, mereka akan mencoba umpan silang. Kami harus cerdas.
Dia licik; dia mengalihkan tekanan dari mereka. Kami harus siap." kata Guimaraes kepada Caze TV.
Tim asuhan Carlo Ancelotti kini fokus pada menu latihan untuk menetralisir kekuatan fisik serta keunggulan duel udara Norwegia, terutama dalam memutus aliran umpan menuju Haaland yang sudah mengemas lima gol di turnamen ini.
"Saya pernah bermain melawan dia (Haaland); bagi saya, dia adalah salah satu penyerang terbaik di dunia bersama Kane," jelas Guimaraes.
Pemain berusia 28 tahun itu menambahkan bahwa strategi pengawalan ketat akan diterapkan agar penyerang Manchester City tersebut tidak mendapatkan ruang tembak di area pertahanan Brasil.
"Kami harus berusaha mencegah bola sampai kepadanya. Ini adalah 'marking sambil menyerang', seperti yang kami katakan, selalu ada seseorang yang menempel padanya agar tidak memberinya ruang karena kami tahu bahwa dengan satu bola saja dia bisa menentukan hasil pertandingan; kami tidak boleh memberinya bola itu besok." tambah Guimaraes.
Selain meredam Haaland, Guimaraes yang telah menempuh jarak lari sejauh 44,4 km dalam empat laga piala dunia kali ini juga bersiap menghadapi duel individu melawan kapten Arsenal, Martin Odegaard, di lini tengah.
"Saya berharap bisa unggul," kata Guimaraes.
Pemain tengah itu menganggap pertarungan sektor sentral akan sangat menentukan karena kedua tim memiliki kemampuan memanfaatkan situasi bola mati untuk mencetak gol.
"Pertandingan ini bersifat kolektif, tapi duel-duel individu ini penting. Kami harus tampil dalam kondisi terbaik. Segalanya bisa ditentukan dalam sekejap.
Mereka adalah tim yang, lewat tendangan bebas atau pelanggaran, bisa menentukan hasilnya. Saya ingin terus menorehkan sejarah di sini. Saya rasa ini akan menjadi pertandingan yang menarik, semoga tim terbaik yang menang, dan semoga kami yang menjadi yang terbaik." tutur Guimaraes.
Ajang piala dunia periode ini sekaligus menjadi momentum penebusan bagi Guimaraes setelah pada edisi Qatar empat tahun lalu dirinya hanya bermain selama 67 menit dari dua pertandingan sebagai pemain pengganti.
"Pada 2022, saya tidak mampu tampil maksimal," akunya.
Catatan sejarah yang belum pernah memihak Brasil kala bersua Norwegia kini dijadikan motivasi tambahan bagi skuad Selecao untuk memutus rekor buruk tersebut.
"Itu menjadi motivasi tambahan bagi kami, bukan? Untuk mematahkan rekor negatif itu… Kami tahu sudah lama sekali kedua tim tidak saling berhadapan; banyak hal telah terjadi.
Itu adalah motivasi. Kami ingin menciptakan sejarah kami sendiri dan mencatatkan nama kami dalam sejarah Brasil. Kami memiliki kesempatan besok untuk itu," pungkas Guimaraes.