BPS Catat Pengangguran Indonesia Mei 2026 Capai 7,24 Juta Orang
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pengangguran di Indonesia mencapai 7,24 juta orang pada Mei 2026, yang didominasi oleh kelompok usia muda. Data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) ini menunjukkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 4,65 persen, sebagaimana dilansir dari Detik Finance pada Rabu (6/5/2026). Angka TPT tersebut mengalami penurunan sebesar 0,03 persen poin jika dibandingkan dengan posisi pada Februari 2026.
Persentase pengangguran di wilayah perkotaan tercatat sebesar 5,54 persen, sedangkan di daerah perdesaan berada di angka 3,15 persen. "Apabila dilihat menurut daerah tempat tinggal, TPT perkotaan sebesar 5,54%, lebih tinggi dibandingkan TPT di daerah perdesaan sebesar 3,15%. Dibandingkan Februari 2026, TPT perkotaan dan perdesaan masing-masing mengalami penurunan sebesar 0,05% poin dan 0,04% poin," tulis BPS dalam dokumen Keadaan Ketenagakerjaan Indonesia Februari 2026.
Secara definisi, pengangguran mencakup penduduk usia 15 tahun ke atas yang sedang mencari kerja, mempersiapkan usaha, atau belum mulai bekerja. Indikator TPT sendiri mengukur pasokan tenaga kerja yang belum terserap secara optimal oleh pasar kerja.
Berdasarkan kelompok usia, penduduk muda berumur 15-24 tahun mencatatkan TPT tertinggi sebesar 17,37 persen dari total populasi. Sebaliknya, TPT terendah berada pada kelompok umur 60 tahun ke atas, yakni hanya sebesar 2,35 persen. "TPT menurut kelompok umur tersebut memiliki pola yang sama sejak November 2025.
Dibandingkan Februari 2026, hanya kelompok umur 25-59 tahun yang mengalami penurunan TPT yakni sebesar 0,37% poin. Sementara kelompok umur lainnya mengalami kenaikan TPT," tulis dokumen BPS.
Berdasarkan tingkat pendidikan tertinggi, lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menyumbang TPT tertinggi sebesar 7,68 persen pada Mei 2026. Sementara itu, TPT terendah terdapat pada tingkat pendidikan Sekolah Dasar (SD) ke bawah, yaitu sebesar 2,31 persen. Dari segi distribusi total pengangguran periode November 2025 hingga Mei 2026, lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) mendominasi dengan porsi mencapai 28,00 persen. Di sisi lain, proporsi pengangguran terendah ditempati oleh lulusan Diploma I/II/III dengan besaran 2,48 persen pada Mei 2026.