BPOM Resmikan Pusat Tanaman Obat Bahan Alam di Sumsel

Share

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI) Prof Taruna Ikrar meresmikan Pusat Tanaman Obat Bahan Alam di Pondok Pesantren Al Ittifaqiah, Sumatera Selatan, Sabtu (1/8/2026), dilansir dari Detik Health. Langkah strategis ini dilakukan untuk memperkuat hilirisasi komoditas herbal nasional melalui kolaborasi pemerintah, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat.

Peresmian tersebut ditandai dengan aksi penanaman berbagai jenis tanaman herbal berkhasiat seperti kumis kucing, kelor, jeruk, serta cengkeh. Tanaman-tanaman tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih jauh menjadi produk kesehatan maupun kosmetik berbasis bahan alam.

Pengembangan kawasan ini memanfaatkan lahan seluas 21 hektare milik Pondok Pesantren Al Ittifaqiah melalui skema kolaborasi Academician-Business-Government (ABG). Pendekatan ini dirancang agar hasil budidaya tidak berhenti di sektor pertanian semata, melainkan diolah menjadi produk bernilai tambah seperti skincare, sabun, sampo, hingga minuman kesehatan guna menciptakan sumber pendapatan baru bagi pesantren dan masyarakat sekitar.

Taruna Ikrar menjelaskan bahwa kekayaan biodiversitas Indonesia yang sangat melimpah selama ini masih dominan dijual dalam bentuk bahan mentah. Oleh karena itu, hilirisasi menjadi kunci utama untuk meningkatkan nilai ekonomi, mendorong inovasi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

"Pesantren memiliki peran strategis sebagai pusat lahirnya ilmu pengetahuan, inovasi, dan gerakan sosial. Melalui pengembangan tanaman obat berbasis pesantren, kita tidak hanya menjaga kekayaan hayati Indonesia, tetapi juga membangun ekosistem ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujar Kepala BPOM RI Prof Taruna Ikrar.

Pengembangan bahan alam tersebut ditegaskan harus melalui proses ilmiah serta memenuhi standar keamanan, mutu, dan khasiat agar produk yang dihasilkan mampu bersaing di pasar nasional maupun global. Sinergi lintas sektor antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan pesantren menjadi fondasi utama dalam membangun industri bahan alam yang modern.

Dalam kesempatan yang sama, masyarakat juga diajak untuk aktif berpartisipasi dalam gerakan menanam pohon sebagai bentuk investasi lingkungan jangka panjang.

"Menanam satu pohon berarti menanam kehidupan. Gerakan 1 Juta Pohon merupakan aksi nyata untuk menjaga keseimbangan ekosistem, memperbaiki kualitas udara, melestarikan sumber air, serta mewariskan bumi yang lebih baik bagi generasi mendatang. Kita tidak mewarisi bumi dari leluhur, tetapi meminjamnya dari anak cucu kita," tegas Taruna Ikrar.

Kegiatan ini melibatkan masyarakat, para santri, serta pengurus Pondok Pesantren Al Ittifaqiah. Dalam acara tersebut, Taruna Ikrar didampingi oleh Ketua DWP BPOM dr Elfi Taruna Ikrar, Sekretaris Utama BPOM Irjen Pol Dr Jayadi, Staf Khusus Kepala BPOM dr Wachyudi Muchsin, serta jajaran pejabat Biro dan Direktorat BPOM lainnya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author