BPJS Ketenagakerjaan Luncurkan Program PEKA di Berbagai Daerah
BPJS Ketenagakerjaan memperluas program jaminan sosial melalui peluncuran Program Peningkatan Kesejahteraan Peserta dan Keluarga (PEKA) di Sumatera Selatan, Banyuwangi, Palopo, dan Padang pada Jumat, 31 Juli 2026. Langkah ini diambil untuk mengubah santunan tunai menjadi modal usaha produktif bagi ahli waris dan pekerja.
Penguatan kemandirian ekonomi tersebut difokuskan pada pemberian pelatihan kewirausahaan, digitalisasi produk, serta pengelolaan keuangan keluarga. Pendekatan ini diterapkan guna memastikan penerima manfaat mampu bertahan dan berdaya saing setelah mengalami musibah atau masa pensiun.
Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Saiful Hidayat, menjelaskan bahwa program ini menerapkan konsep jaminan sosial yang tidak hanya berhenti pada penyerahan bantuan dana.
"Program PEKA lahir dari semangat Value Beyond Protection, di mana kami menghadirkan nilai tambah sebelum risiko terjadi, saat risiko terjadi, maupun setelah manfaat diterima," ujar Saiful.
Pendampingan intensif diberikan agar dana santunan yang diterima dialokasikan untuk kegiatan ekonomi yang berkesinambungan.
"Secara regulasi tugas kami selesai pada saat memberikan santunan. Namun kami merasa memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan peserta, bahkan keluarganya, dapat melanjutkan hidup dengan lebih sejahtera," katanya.
Program ini menerapkan prinsip Pelatihan, Produktivitas, dan Profit (3P) yang menyasar lebih dari 1.000 peserta di tingkat nasional.
"Kami ingin memastikan manfaat yang diterima tidak berhenti sebagai uang tunai. Melalui konsep 3P, yakni Pelatihan, Produktif, dan Profit, peserta akan didampingi hingga mampu mandiri. Target kami, minimal 10 persen peserta dari setiap angkatan berhasil menjalankan usaha produktif dalam waktu tiga bulan," ujar Saiful.
Target khusus juga ditetapkan untuk unit kerja di daerah dalam mencetak wirausahawan baru dari kalangan ahli waris.
"Saya meminta kepada BPJS Ketenagakerjaan Palembang menargetkan sedikitnya 10 persen peserta mampu menjadi pelaku usaha produktif setelah mengikuti pelatihan," harapnya.
Sekretaris Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sumsel, Slamet Riyadi, menyatakan pembekalan kewirausahaan bagi 50 peserta ahli waris di Sumsel mendukung agenda pengentasan kemiskinan.
"Program PEKA merupakan langkah yang sangat positif karena tidak hanya memberikan perlindungan kepada pekerja, tetapi juga membekali penerima manfaat dengan kemampuan untuk mengembangkan usaha," ujarnya.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menilai sinergi pelatihan kewirausahaan untuk 100 penerima manfaat bersama Pemkab Banyuwangi memperkuat program perlindungan sosial daerah.
"Sinergi ini menjadi fondasi kuat untuk memperluas jangkauan perlindungan masyarakat. Di tengah keterbatasan anggaran daerah, kemitraan strategis seperti ini sangat membantu mempercepat efektivitas program penanggulangan kemiskinan," ujar Ipuk.
PPS Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Madura, Diny Firmani Rahma, menekankan pentingnya peran pendampingan usaha agar dampak santunan dapat dirasakan secara jangka panjang.
"Pendampingan dan pemberdayaan ini sangat krusial agar santunan jaminan sosial benar-benar berdampak jangka panjang. Kami berkomitmen mendorong agar skema nilai tambah seperti Program PEKA ini dapat terus diperluas manfaatnya, sehingga setiap ahli waris mampu bangkit, mandiri secara finansial, dan menjadi wirausaha baru yang tangguh," kata Diny.
Di Kota Padang, pelatihan difokuskan pada penguasaan materi pemasaran digital dan media sosial di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP).
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Padang, Afrialdi, mengungkapkan bahwa Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) maupun hilangnya pencari nafkah menuntut kesiapan ekonomi keluarga.
"Pada fase inilah para pekerja dan keluarganya membutuhkan lebih dari sekadar perlindungan, tetapi juga bekal untuk kembali produktif dan mandiri," katanya.
Ia menegaskan bahwa peningkatan keterampilan merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan BPJS Ketenagakerjaan.
"Melalui pelatihan digital marketing, peserta dibekali berbagai materi mengenai strategi pemasaran digital, pemanfaatan media sosial, hingga pengembangan usaha agar mampu meningkatkan daya saing di era digital," jelasnya.
Manfaat jangka panjang diharapkan dapat tumbuh melalui pembekalan keterampilan yang relevan dengan perkembangan pasar.
"BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya hadir ketika peserta menghadapi risiko kerja, tetapi juga berupaya memberikan nilai tambah melalui berbagai program pemberdayaan," lanjutnya.
Tanggung jawab pendampingan terus dijalankan meski kewajiban administratif pembayaran santunan telah terpenuhi.
“Secara regulasi tugas BPJS Ketenagakerjaan selesai pada saat memberikan santunan. Namun kami merasa memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan peserta, bahkan keluarganya, dapat melanjutkan hidup dengan lebih sejahtera,” sebutnya.
Kepala BPVP Padang, Arnov Tri Hartanto, menyampaikan apresiasi atas sinergi dalam memberikan pelatihan berbasis kebutuhan masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada BPJS Ketenagakerjaan yang telah mempercayakan BPVP Padang sebagai mitra dalam pelaksanaan Program PEKA. Kepercayaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk memberikan pelatihan yang berkualitas, aplikatif, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat, khususnya dalam bidang digital marketing," katanya.
Siti, seorang peserta pelatihan di Padang, merasakan dampak langsung dari wawasan pemasaran yang diperolehnya.
"Kegiatan ini sangat bermanfaat dan menambah pengetahuan kami dalam mengembangkan usaha. Semoga pelatihan seperti ini dapat terus dilaksanakan sehingga semakin banyak peserta yang merasakan manfaatnya," katanya.
Rangkaian kegiatan di Palopo juga ditandai dengan penyerahan santunan senilai ratusan juta rupiah oleh Wali Kota Palopo Hj. Naili Trisal dan Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Palopo Haryanjas Pasang Kamase kepada lima ahli waris sebelum pelatihan dimulai.