BPI Danantara Konsolidasikan Ratusan BUMN Demi Efisiensi
Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara melakukan penggabungan terhadap ratusan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) guna memperkuat tata kelola perusahaan pelat merah. Langkah strategis ini dilaporkan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto di kediamannya di Kertanegara, Jakarta Selatan, pada Minggu (21/6).
Proses restrukturisasi besar-besaran ini dilansir dari Detik Finance menjadi bagian dari target jangka panjang pemerintah dalam menata ulang aset negara. Dari total seribuan lebih entitas yang tercatat, ratusan perusahaan dipastikan sudah masuk ke dalam tahap konsolidasi awal.
"Dari total 1.077 entitas BUMN, sebanyak 258 entitas telah berhasil dikonsolidasikan, dan sekitar 300 entitas lainnya segera menyusul," kata Rosan dikutip dari akun Instagram resmi @rosanroeslani, Selasa (23/6/2026).
Kebijakan penggabungan ini diterapkan demi menciptakan operasional yang lebih ramping di lingkungan korporasi milik negara. Selain itu, integrasi entitas bertujuan mengoptimalkan posisi tawar perusahaan di pasar internasional.
"Konsolidasi ini bertujuan meningkatkan efisiensi, memperkuat tata kelola, dan memperbesar daya saing," terang Rosa yang juga Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM.
Selain fokus pada tata kelola internal perusahaan negara, pertemuan tersebut juga merumuskan keterlibatan lembaga dalam mendorong sektor-sektor strategis baru. Penguatan modal dan investasi diarahkan untuk menyokong industri pariwisata hingga industri kreatif demi memperluas lapangan kerja.
"Kami juga membahas peluang pengembangan sektor baru yang dapat didorong Danantara, seperti pariwisata, event olahraga, dan industri kreatif, untuk menciptakan lebih banyak lapangan kerja dan meningkatkan perputaran ekonomi nasional," ujar Rosan.