Paparan BPA Galon Guna Ulang Pemicu Pubertas Dini Anak
Paparan zat kimia Bisphenol A atau BPA yang bersumber dari penggunaan galon isi ulang disinyalir menjadi salah satu faktor pemicu terjadinya pubertas dini pada anak. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran orang tua karena zat dari lingkungan ini dapat mengganggu mekanisme kerja hormon, seperti dilansir dari HaiBunda pada Jumat (12/6).
Faktor lingkungan seperti polutan dan kemasan makanan atau minuman dapat dikontrol melalui penerapan gaya hidup sehat, berbeda dengan faktor genetik bawaan lahir yang tidak bisa dikendalikan. Zat pengganggu dari lingkungan ini memiliki kemampuan untuk meniru cara kerja hormon estrogen di dalam tubuh manusia.
"Zat-zat yang terdapat di lingkungan itu bisa mengganggu mekanisme kerja hormon," ujar Prof. Dr. dr. Budi Wiweko, MD, Sp.OG, Pakar Kesehatan Reproduksi.
Dampak buruk dari kontaminasi zat ini dalam jangka panjang dapat memicu gangguan kesehatan pada organ reproduksi, khususnya rahim dan payudara perempuan. Pertumbuhan yang terlalu cepat pada organ tersebut memicu terjadinya pubertas lebih awal dari usia seharusnya.
"Sehingga kalau ada perempuan terekspos dengan Bisphenol pada usia dini, memungkinkan payudaranya tumbuh lebih cepat, rahimnya tumbuh lebih cepat, sehingga terjadilah pubertas dini tadi," ucap Prof. Dr. dr. Budi Wiweko, MD, Sp.OG.
Penyakit organ reproduksi lain yang dipengaruhi oleh zat pengganggu hormon seperti Bisphenol dan Dioksin meliputi kista endometriosis, gangguan pematangan telur, gangguan ovulasi, kesulitan hamil, miom, hingga kanker. Oleh karena itu, perlindungan ketat dari paparan zat kimia ini sangat diwajibkan bagi wanita yang sedang mengandung.
"Ketika ibu hamil dalam three bulan pertama, itu tidak boleh dia terekspos dengan itu," kata Prof. Dr. dr. Budi Wiweko, MD, Sp.OG.
Selain berdampak pada fisik, pubertas dini juga menimbulkan tekanan psikologis bagi anak yang belum siap menghadapi perkembangan tubuh yang lebih cepat dibanding teman sebaya. Gangguan psikologis ini kerap kali baru disadari dan ditemukan oleh orang tua setelah melakukan sesi konsultasi.
"Pubertas dini makin meningkat karena biasanya mungkin orang tua tidak langsung tahu bahwa anaknya (mengalami) pubertas dini. Justru ini ditemukan setelah mereka konsul," ungkap Ratih Zulhaqqi, Psikolog.
Kesiapan keluarga melalui penerapan pola hidup tepat seperti menjaga jam tidur, jam makan, serta menghindari wadah makanan dan minuman yang berpotensi mengandung BPA menjadi langkah pencegahan yang disarankan. Penggunaan kotak makanan, botol minuman, hingga galon air minum guna ulang di rumah perlu diperiksa kembali demi mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
"BPA paling banyak terjadi di kemasan makanan, kemasan minuman," imbuh Ratih Zulhaqqi, Psikolog.