BMKG Catat 37 Gempa Susulan Usai Gempa M 7 di NTT
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 37 gempa susulan terjadi setelah gempa utama magnitudo 7 yang mengguncang wilayah Mbay, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8) pukul 04.58 WIB.
Gempa susulan ini memiliki kekuatan antara magnitudo 3,6 hingga 6,2, dengan satu di antaranya dirasakan oleh masyarakat, menurut data BMKG yang dipaparkan pukul 07.07 WIB.
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan menghindari bangunan yang mengalami retak akibat gempa. Peringatan waspada akan gempa susulan juga disampaikan untuk kesiapsiagaan warga.
"Tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, kemudian menghindari bangunan yang retak yang diakibatkan oleh gempa bumi. Dan mewaspadai gempa bumi susulan yang masih terjadi," ujar BMKG dalam siaran langsung di kanal YouTube mereka.
Selain itu, BMKG telah mengakhiri peringatan dini tsunami yang sebelumnya dikeluarkan menyusul gempa tersebut. Gelombang tsunami dengan ketinggian di bawah satu meter dilaporkan di beberapa wilayah pesisir NTT.
Gelombang tsunami tertinggi tercatat di Maurole, Kabupaten Ende, dengan ketinggian 0,94 meter pada pukul 05.27 WIB, dilansir dari akun resmi BMKG di X (Twitter).
Gempa utama terjadi pada koordinat 8,35 Lintang Selatan dan 121,37 Bujur Timur, dengan kedalaman 10 kilometer, sekitar 36 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT.
"Peringatan dini tsunami yang disebabkan oleh gempa magnitudo 7 tanggal 15 Agustus 2026 pukul 04:58 WIB telah dinyatakan berakhir," tulis BMKG.