BMKG Catat Sembilan Daerah Terjang Tsunami Usai Gempa Filipina
Sembilan wilayah di Indonesia dilaporkan terkena terjangan tsunami minor setelah gempa berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang area selatan Mindanao, Filipina, dilansir dari Detikcom.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sempat mengeluarkan peringatan dini sebanyak empat kali menyusul adanya penambahan dua daerah yang terdeteksi tsunami sebelum akhirnya status tersebut resmi diakhiri.
Data rincian waktu kedatangan beserta ketinggian gelombang tsunami minor di sembilan wilayah Indonesia telah dicatat oleh pihak BMKG.
| No | Waktu (WIB) | Ketinggian | Lokasi Daerah |
|---|---|---|---|
| 1 | 07.20 | 9 cm | Loloda, Maluku Utara |
| 2 | 07.27 | 18 cm | Ulu Siau, Sulawesi Utara |
| 3 | 07.27 | 32 cm | Melonguane, Sulawesi Utara |
| 4 | 06.58 | 30 cm | Tahuna, Kepulauan Sangihe |
| 5 | 07.34 | 45 cm | Paleleh, Sulawesi Tengah |
| 6 | 07.39 | 32 cm | Tanjung Sidupa, Sulawesi Utara |
| 7 | 07.51 | 29 cm | Bitung, Sulawesi Utara |
| 8 | 07.51 | 14 cm | Ternate, Maluku Utara |
| 9 | 08.20 | 75 cm | Talengan Sangihe, Sulawesi Utara |
Penjelasan mengenai status terkini pascabencana disampaikan langsung oleh Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani dalam sebuah konferensi pers yang digelar secara virtual.
"Pengakhiran peringatan dini yang telah kami tetapkan tadi pada pukul 10.15 WIB, peringatan dini ini perlu disampaikan sebagai pengakhiran peringatan dini agar tim SAR dari Basarnas, BPBD, BNPB, TNI, Polri, segenap elemen dapat melakukan penyelamatan yang dibutuhkan di lokasi-lokasi terdampak," kata Teuku Faisal Fathani, Kepala BMKG.
Melalui pernyataan penutupan peringatan dini tersebut, aparat keamanan dari TNI dan Polri beserta jajaran tim Basarnas kini sudah dapat bergerak memulihkan kondisi dan melakukan evakuasi di lokasi terdampak.