BKN Siapkan Pendaftaran Sekolah Kedinasan STIS 2026

Share

Sinyal pembukaan pendaftaran Sekolah Kedinasan 2026 mulai terlihat dari Badan Kepegawaian Negara (BKN). Meski jadwal resmi belum terbit, BKN telah memasukkan Politeknik Statistika STIS (Polstat STIS) ke dalam daftar instansi yang siap menggelar seleksi.

Perguruan tinggi di bawah naungan Badan Pusat Statistik (BPS) ini menerapkan sistem ikatan dinas. Seperti dilansir dari Detikcom, para lulusannya kelak langsung diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan wajib bersedia ditempatkan di wilayah pengabdian tanpa mengajukan pindah dalam jangka waktu tertentu.

Penerimaan mahasiswa baru STIS biasanya terbagi menjadi tiga jalur utama. Jalur tersebut meliputi jalur reguler untuk lulusan SMA/sederajat seluruh Indonesia, jalur afirmasi kewilayahan khusus Orang Asli Papua, serta jalur pembibitan hasil kerja sama dengan pemerintah daerah.

Calon mahasiswa dapat memilih tiga program studi (prodi) yang tersedia di STIS, baik jenjang Sarjana Terapan maupun Diploma III.

1. Sarjana Terapan (D4) Statistika

Lulusan prodi ini meraih gelar S.Tr.Stat. Saat diangkat menjadi PNS, mereka akan mengisi jabatan fungsional statistisi ahli pertama dengan golongan III/a.

2. Sarjana Terapan (D4) Komputasi Statistik

Lulusan jenjang ini mengantongi gelar S.Tr.Stat. Dalam birokrasi pemerintahan, lulusannya memulai karier sebagai pranata komputer ahli pertama dengan golongan III/a.

3. Diploma III (D3) Statistika

Lulusan prodi D3 Statistika menyandang gelar Ahli Madya Statistika (A.Md.Stat.). Karier PNS mereka dimulai pada posisi statistisi terampil dengan golongan II/c.

Syarat Pendaftaran STIS

Persyaratan resmi seleksi SPMB STIS Tahun Akademik 2026/2027 menunggu pengumuman dari Kementerian PAN-RB. Namun, calon pelamar dapat memproyeksikan ketentuannya berdasarkan acuan seleksi tahun lalu.

Syarat Umum

Pelamar merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) lulusan SMA/MA/SMK/MAK semua jurusan. Nilai matematika dan bahasa Inggris minimal 80,00 pada ijazah maupun rapor semester ganjil kelas 12.

Batas usia peserta paling rendah 16 tahun dan maksimal 22 tahun per 1 September. Peserta wajib sehat jasmani, rohani, bebas narkoba, serta tidak buta warna atau memiliki minus mata melebihi 6 dioptri.

Pendaftar tidak sedang terikat ikatan dinas dengan instansi lain dan belum pernah menjadi mahasiswa STIS. Pelamar juga wajib berstatus belum menikah dan bersedia tidak menikah selama pendidikan hingga diangkat PNS.

Peserta harus bersedia mematuhi aturan, menandatangani Surat Perjanjian Ikatan Dinas (SPID), dan menerima penempatan lokasi kerja. Lulusan dilarang mengajukan pindah minimal 7 tahun sejak diangkat PNS, kecuali atas kebutuhan organisasi.

Syarat Dokumen

Dokumen yang perlu disiapkan mencakup pasfoto, KTP/Kartu Identitas Anak, Kartu Keluarga, akta kelahiran, serta ijazah atau rapor.

Pendaftar jalur afirmasi kewilayahan wajib melampirkan Surat Keterangan Orang Asli Papua. Sementara itu, pendaftar jalur pembibitan menyertakan KTP, KK, dan akta kelahiran orang tua.

Tips Lolos Seleksi STIS

Persiapan matang menjadi kunci utama menghadapi persaingan masuk STIS. Calon peserta disarankan memeriksa kesesuaian format dan ukuran dokumen sejak awal agar lolos seleksi administrasi.

Tahap selanjutnya adalah Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) yang menguji Tes Inteligensi Umum (TIU), Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP). Pendalaman materi matematika juga sangat penting karena menjadi satu-satunya subjek ujian lanjutan.

Latihan psikotes dan wawancara perlu dilakukan secara rutin. Pendaftaran sebaiknya diselesaikan lebih awal guna menghindari potensi kendala teknis pada sistem mendekati batas penutupan.

Pantau informasi resmi melalui kanal STIS dan BKN agar terhindar dari penipuan. Seluruh proses seleksi murni mengandalkan kemampuan diri tanpa ada pihak yang bisa menjamin kelulusan.

Menjaga kesehatan fisik sangat krusial untuk melampaui tes kebugaran di tahap akhir. Ujian fisik tersebut mencakup Tes Kebugaran Jasmani A berupa lari 12 menit, serta Tes Kebugaran Jasmani B yang terdiri dari sit up, push up, dan shuttle run.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
annisa-nur-fadhilah
Author