Diego Borinsky Ungkap Sisi Manusiawi Pelatih Lionel Scaloni dalam Biografi Resmi
Biografer resmi Diego Borinsky mengungkap sisi personal pelatih Timnas Argentina Lionel Scaloni menjelang pertandingan melawan Tanjung Verde di babak 16 besar Piala Dunia 2026. Dalam wawancara dengan La Voz En Vivo, Una Tarde +, dan La Barra de Casal, Borinsky menjelaskan bahwa Scaloni menjalani terapi profesional untuk mengatasi tekanan mental setelah menjuarai Piala Dunia Qatar 2022. Proses penulisan buku setebal 544 halaman ini memakan waktu satu setengah tahun dan melibatkan lebih dari 40 wawancara, termasuk sepuluh pertemuan langsung dengan Scaloni antara tahun 2024 dan 2025.
Borinsky memaparkan kondisi psikologis sang pelatih yang sempat terguncang akibat intensitas emosi setelah membawa timnya menjadi juara dunia.
"Después de salir campeón del mundo tenía la cabeza como una coctelera" ujar Diego Borinsky, Biografer Resmi Lionel Scaloni. Menurut Borinsky, ketegangan emosional tersebut berkaitan dengan pernyataan Scaloni yang sempat meragukan kelanjutannya di tim nasional setahun setelah meraih gelar juara.
Selain terapi, Scaloni menggunakan olahraga bersepeda di Mallorca sebagai sarana penyembuhan, meskipun rute jalan raya sering kali memicu pemikiran mendalam mengenai masa depan tim. "En la de montaña estás atento a no caerte en un pozo o una rama, pero en la de ruta vas derecho y vas pensando qué vas a hacer cuando se retire un jugador" kata Diego Borinsky, Biografer Resmi Lionel Scaloni.
Terapis Scaloni kemudian memberikan metode khusus untuk mengelola introspeksi yang muncul selama bersepeda di jalan raya tersebut. Borinsky juga membeberkan komitmen total Scaloni saat turnamen berlangsung, termasuk menghapus aplikasi WhatsApp guna menghindari gangguan komunikasi. Buku ini turut mengungkap bahwa Scaloni sempat dua kali berniat mengundurkan diri dari posisinya, termasuk saat menghadapi masalah kesehatan orang tuanya setelah Argentina memastikan tiket ke Qatar usai bermain imbang 0-0 dengan Brasil di San Juan.
"Tengo que hablar con vos. No sé qué me pasa, no büedo canalizar energía" kata Lionel Scaloni, Pelatih Timnas Argentina.
Mendengar keluhan tersebut, kapten timnas Lionel Messi langsung memberikan dukungan moral yang besar untuk meyakinkan sang pelatih agar bertahan. "Olvidate. Nosotros estamos a muerte con vos" kata Lionel Messi, Kapten Timnas Argentina. Dukungan tersebut membuat Scaloni mengurungkan niatnya dan melanjutkan kepemimpinan hingga memenangi turnamen besar.
Hubungan erat antara staf pelatih dan Messi sudah dibangun sejak tahun 2019 demi melepas status kebintangannya agar bisa menyatu secara natural dengan skuad.
"Les pidió que le conviden un mate y se pongan a charlar, que lo conviertan en uno más" tutur Diego Borinsky, Biografer Resmi Lionel Scaloni. Pendekatan tersebut berhasil mencairkan suasana ruang ganti dan membantu Messi mencetak gol di fase gugur Piala Dunia, hal yang gagal ia lakukan pada empat edisi sebelumnya.
Dalam kehidupan sehari-hari di Mallorca bersama istrinya Elisa Montero, Scaloni tetap menjaga kerendahan hati dan kerap melatih anak-anaknya sendiri di halaman rumah. "A veces me dice que tengo que trabar más fuerte" ucap Anak Sulung Lionel Scaloni.
Mendengar keluhan anaknya mengenai intensitas latihan tersebut, Scaloni langsung memberikan tanggapan verbal secara spontan. "No, pará. Yo también le digo que disfrute.
No me gusta cuando no disfruta" potong Lionel Scaloni, Pelatih Timnas Argentina. Meskipun Scaloni dikenal selalu menahan ekspresi demi menjaga ketenangan tim di lapangan, keluarga mengonfirmasi bahwa ia adalah sosok yang sangat sensitif di ranah privat.
Borinsky menilai masa depan Scaloni di tim nasional masih sangat terbuka dengan target realistis menuju Piala Dunia 2030.