Badan Gizi Nasional Alihkan Fokus Makan Gratis ke Wilayah 3T

Share

Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan penataan ulang sasaran penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan mengalihkan prioritas dari sekolah yang dinilai mampu ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Kebijakan refocusing ini disampaikan dalam konferensi pers di Kantor BGN, Jakarta Pusat, pada Kamis (4/6/2026).

Langkah evaluasi ini diambil agar alokasi anggaran dan bantuan gizi dapat berjalan lebih tepat sasaran bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan, seperti dilansir dari Detikcom. Wilayah-wilayah terpencil yang selama ini belum terlayani secara optimal akan menjadi fokus utama perbaikan pelaksanaan program.

Kepala BGN Nanik S. Deyang menjelaskan bahwa sekolah-sekolah dengan fasilitas mahal berpotensi tidak lagi menjadi prioritas utama. Penyesuaian ini dilakukan demi memperluas jangkauan ke daerah-daerah terluar yang masih minim akses bantuan gizi.

"Nah, lalu refocusing. Misalnya nanti akan kita juga kalau ada sekolah-sekolah yang mahal gitu kan kita tanya apakah masih perlu MBG? Nah ini yang kita alihkan ke 3T," kata Nanik S. Deyang, Kepala BGN.

Pihak otoritas menekankan bahwa orientasi utama kebijakan ini adalah pemenuhan kebutuhan kelompok rentan dan daerah sulit geografis, bukan sekadar mengejar kuantitas jumlah penerima. Melalui skema ini, penambahan sasaran baru akan mengompensasi pengurangan dari sektor yang dianggap kurang fokus.

"Jadi bisa aja sebetulnya penerima manfaatnya bertambah, tapi tambahannya ini sebetulnya mengurangi dari yang tidak fokus mungkin selama ini," ujar Nanik S. Deyang, Kepala BGN.

Selain area geografis 3T, intervensi gizi ini diarahkan secara spesifik kepada kelompok 3B yang mencakup ibu hamil, ibu menyusui, serta balita. BGN memandang fase awal kehidupan sebagai periode krusial untuk melakukan perbaikan nutrisi nasional.

"Setelah kita diskusi dengan para pakar, dokter anak, lalu ahli gizi, mereka mengatakan bahwa intervensi gizi itu paling bagus adalah saat mulai kandungan bulan pertama sampai usia 9 tahun atau sampai SD. Nah, kita yang kejar ke sana," kata Nanik S. Deyang, Kepala BGN.

Langkah penataan ini menjadi satu dari empat strategi BGN yang juga mencakup moratorium pembangunan dapur baru serta pembenahan dapur operasional. Saat ini, fasilitas pendukung program tersebut dinilai masih terlalu berpusat di kawasan perkotaan dan aglomerasi.

"Jujur sekarang yang numpuk ini di aglomerasi, yang 3T belum kesentuh. Jadi Pak Presiden pesannya kami harus ke 3T dulu," kata Nanik S. Deyang, Kepala BGN.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
yoga-prasetyo-nugroho
Author