Baznas Berdayakan Peternak Kuningan Lewat Program Kurban Berkah 2026
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI meluncurkan Program Kurban Berkah Berdayakan Desa 2026 di Balai Ternak Mukti Raharja, Desa Sayana, Kabupaten Kuningan, untuk memperkuat ekonomi masyarakat melalui sektor peternakan berbasis zakat produktif pada Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.
Program yang berlangsung serentak di 103 titik balai ternak pada 15 provinsi di Indonesia ini mengintegrasikan dana zakat, infak, sedekah, dan kurban guna mengentaskan kemiskinan dan pengangguran di wilayah pedesaan.
Peternak mitra binaan di Kabupaten Kuningan, Nasman, mengelola total 20 ekor domba yang seluruhnya telah habis terjual untuk memenuhi kebutuhan pasokan kurban dari Baznas.
"Di rumah ada 10 ekor dan di sini juga dapat amanat mengelola 10 ekor, sudah laku untuk memenuhi tugas dari Baznas. Alhamdulillah meski baru satu tahun, kami bisa ikut bantu suplai buat kurban," kata Nasman, peternak mitra binaan Baznas RI.
Ketua Kelompok Balai Ternak Mukti Raharja, Albert Alexander Lumantaw, menjelaskan bahwa program ini memberikan kepastian usaha dan akses pasar bagi 30 peternak kambing di kelompoknya yang mengelola bantuan 244 ekor kambing.
“Peternak sekarang lebih semangat karena ada pendampingan dan pasar yang jelas,” ujar Albert Alexander Lumantaw, Ketua Kelompok Balai Ternak Mukti Raharja.
Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, mengapresiasi langkah profesional Baznas dalam meningkatkan kapasitas ekonomi warga melalui instrumen ibadah kurban.
"Ini bukan sekadar ritual ibadah, tetapi juga instrumen pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan kapasitas ekonomi," kata Dian Rachmat Yanuar, Bupati Kuningan.
Dian menambahkan bahwa esensi nilai pengorbanan dan gotong royong yang diajarkan dalam agama masih sangat kontekstual dengan kondisi masyarakat daerah saat ini.
"Ini adalah wujud komitmen kita mengimplementasikan nilai-nilai agama tentang kebersamaan, tentang empati, tentang kepedulian, dan gotong royong,” kata Dian Rachmat Yanuar, Bupati Kuningan.
Pemerintah daerah meyakini pengelolaan yang dilakukan oleh lembaga zakat ini dapat memperluas jangkauan manfaat sosial bagi kesejahteraan publik.
“Hari ini, nilai-nilai tentang pengorbanan, tentang keikhlasan, tentang ketaatan, sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail masih sangat relevan,” ujarnya, Dian Rachmat Yanuar, Bupati Kuningan.
Dian optimistis efektivitas program ini mampu menjadi solusi berkelanjutan dalam menekan angka kemiskinan di tingkat desa.
“Program Baznas ini saya lihat bukan hanya ritual semata, ini menjadi instrumen kita bagaimana memberdayakan masyarakat dengan meningkatkan kapasitas ekonomi,” kata Dian Rachmat Yanuar, Bupati Kuningan.
Ketua Baznas RI, Sodik Mudjahid, menyatakan pihaknya menyiapkan 3.359 ekor ternak bakalan jantan komoditas lokal yang dikelola oleh 2.089 peternak binaan di berbagai daerah demi membangun ekosistem peternakan umat yang mandiri.
“Kurban harus memberikan dampak yang lebih luas. Selain menjadi sarana ibadah dan berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan, kurban juga harus mampu menggerakkan ekonomi rakyat, memperkuat peternak lokal, dan meningkatkan kesejahteraan mustahik yang telah bertransformasi menjadi pelaku usaha produktif,” kata Sodik Mudjahid, Ketua Baznas RI.
Sodik menambahkan, tingginya permintaan pasar membuat komoditas dari balai ternak binaan terserap sepenuhnya, sehingga pengadaan sisa kebutuhan juga melibatkan peternak lokal di luar kemitraan.
"Ibadah kurban bukan hanya memberi kesempatan masyarakat makan daging, tetapi juga meningkatkan gizi dan menggerakkan ekonomi peternak," kata Sodik Mudjahid, Ketua Baznas RI.
Pimpinan Baznas Jabar Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Zaki Hilmi, memaparkan bahwa program ini menciptakan rantai manfaat yang berkelanjutan dari hulu hingga ke hilir.
“Melalui Program Kurban Berkah, BAZNAS tidak hanya memastikan distribusi hewan kurban kepada para penerima manfaat, tetapi juga menghadirkan dampak ekonomi sejak proses hulu melalui pemberdayaan peternak binaan. Dengan demikian, manfaat kurban dapat dirasakan oleh lebih banyak pihak, mulai dari peternak, pekurban, hingga masyarakat penerima manfaat,” jelas Zaki Hilmi, Pimpinan BAZNAS Jabar Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan.
Kompas.com melansir, pola pengelolaan berbasis kelompok secara gotong royong ini diproyeksikan menjadi model percontohan nasional dalam menjaga ketahanan pangan serta penguatan ekonomi pedesaan secara jangka panjang.