Bayi Berusia Tiga Bulan di China Masuk ICU Akibat Keracunan Nitrit

Share

Seorang bayi laki-laki berusia tiga bulan di China harus menjalani perawatan intensif di ICU setelah mengalami kondisi serius. Kejadian ini berlangsung usai sang bayi mengonsumsi susu formula yang dicampur dengan jus sayuran. Bayi tersebut dilarikan ke Rumah Sakit Zhongshan Women and Children's Hospital di Provinsi Guangdong, China.

Tubuh bayi itu dilaporkan berubah menjadi ungu, bibirnya membiru, serta mengalami sesak napas hingga membutuhkan penanganan darurat. Gejala tersebut muncul tidak lama setelah bayi meminum susu yang telah dicampur jus sayuran, seperti dilansir dari HaiBunda. Orang tua bayi mengira metode tersebut lebih sehat karena menganggap jus sayuran memiliki gizi yang lebih tinggi daripada air.

Tim dokter di rumah sakit menyatakan bahwa bayi tersebut mengalami keracunan nitrit. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), bayi di bawah usia 4 bulan sangat rentan terkena dampak kesehatan dari paparan nitrit.

Risiko ini meningkat jika susu formula dicampur dengan bahan makanan tertentu seperti sayuran. Proses pemulihan bayi tersebut berlangsung hingga pertengahan Juni 2026 sebelum akhirnya diperberbolehkan pulang setelah dirawat intensif selama dua hari. Dokter yang menangani kasus ini menjelaskan bahwa sayuran yang direbus terlalu lama dapat menghasilkan kadar nitrit yang tinggi. Cairan rebusan tersebut sangat berbahaya bagi bayi jika digunakan sebagai campuran susu formula.

Sistem pencernaan dan ginjal bayi yang belum berkembang dengan sempurna membuat mereka belum mampu mengolah zat tersebut dengan baik. Kondisi inilah yang menyebabkan tubuh bayi menjadi lebih rentan terhadap dampak nitrit. Nitrit yang masuk ke dalam aliran darah dapat mengganggu kemampuan darah dalam membawa oksigen. Alasan tersebut yang memicu perubahan warna menjadi keunguan pada bagian tubuh seperti mulut, kulit, dan kuku bayi.

Rekomendasi Penyiapan Susu Formula yang Aman

Berkaca dari kasus ini, dokter menyarankan agar susu formula bubuk hanya dicampur menggunakan air hangat yang bersih. Orang tua diminta untuk tidak mengganti air tersebut dengan jus sayur, jus buah, air beras, atau cairan lainnya. Seorang dokter spesialis anak dari Nanning No 1 People's Hospital di Guangxi, dr.

Cao Qi, mengingatkan pentingnya mengenali tanda keracunan nitrit pada bayi. Langkah penanganan yang cepat sangat krusial untuk keselamatan jiwa. "Menunda beberapa menit saja berpotensi membahayakan nyawa bayi," ujar dr.

Cao.

Ia juga menambahkan agar orang tua tidak mudah mengikuti tren tertentu dalam memberikan makanan pada bayi. Setiap keputusan mengenai asupan anak perlu didasarkan pada anjuran medis yang tepat.

"Saya harap orang tua tidak mengikuti tren atau penilaian subjektif mereka sendiri saat membesarkan bayi," katanya. Makanan yang terlihat alami belum tentu cocok untuk bayi yang usianya masih sangat kecil. Pemilihan asupan nutrisi harus benar-benar disesuaikan dengan kebutuhan serta kondisi perkembangan tubuh bayi.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
yoga-prasetyo-nugroho
Author