Bayi mulai mengenali namanya saat usia 7 sampai 9 bulan

Share

Bunda mungkin bertanya kapan bayi mulai mengenali namanya sendiri. Pada tahap awal, mereka biasanya belum memahami bahwa bunyi yang sering diucapkan adalah panggilan untuk dirinya.

Di usia-usia awal, bayi belajar dengan cara bertahap. Mereka mendengar bunyi yang sering diucapkan, lalu seiring kematangan otak, pendengaran, dan interaksi rutin, bayi mulai mengaitkan bunyi tersebut dengan diri mereka.

Ketika perkembangannya berlanjut, bayi mulai mampu membedakan suara yang kerap didengar dengan suara lain. Nama yang diucapkan berulang kali saat bermain atau saat diajak berinteraksi membuat bayi perlahan memahami bahwa bunyi itu memiliki makna khusus.

Seiring kemampuan bahasa dan perhatian tumbuh, biasanya muncul tanda-tanda bahwa bayi mulai mengenali namanya. Bayi dapat menoleh, menghentikan aktivitas sejenak, tersenyum, atau mencari sumber suara ketika nama dipanggil.

Kapan bayi mulai mengenali namanya? Dikutip dari Healthline, sebagian besar bayi mulai mengenali namanya secara konsisten saat berusia sekitar tujuh hingga sembilan bulan.

Dikutip dari HaiBunda, dokter anak di Amerika Serikat, Kristin Barrett, MD, menjelaskan bahwa pada usia tersebut bayi umumnya akan lebih sering menatap, tersenyum, atau memberikan respons saat nama disebut. Pada saat yang sama, dikenal sebagai salah satu tonggak awal perkembangan rasa percaya dirinya.

Kata Kristin Barrett, dikutip dari Cleveland Clinic, "Ketika bayi mulai mengenali namanya, hal itu menjadi salah satu tonggak awal perkembangan rasa percaya dirinya,". Pengamatan ini memperkuat keterkaitan antara respons terhadap nama dan perkembangan kepercayaan diri bayi.

Pada masa bayi, Si Kecil belum memahami bahwa dirinya adalah pribadi dengan nama. Namun, seiring waktu mereka belajar mengenali diri, termasuk memahami bahwa nama yang sering disebut Bunda adalah panggilan untuk dirinya.

Lewat proses tersebut, bayi menumbuhkan bagian dari perkembangan kesadaran diri dan rasa percaya diri. Berikut fase usia bayi mulai menyadari namanya sebagai tahapan awal membangun rasa percaya diri, seperti dikutip dari Cleveland Clinic.

Usia bayi baru lahir hingga dua bulan. Pada periode ini, bayi mulai mengenal berbagai hal di sekitarnya melalui pengalaman sederhana yang terkait sinyal tubuh, seperti rasa lapar, kantuk, lelah, kedinginan, kembung, dan sensasi baru lainnya.

Memasuki usia tiga bulan, bayi akan semakin aktif mengamati, mendengarkan, dan menyerap informasi dari lingkungan. Meski belum memiliki makna jelas, proses ini tetap menjadi bagian penting bagi perkembangan otak dan kemampuan bayi memahami dunia sekitarnya, Bunda.

Usia 3 hingga 6 bulan. Di tahapan ini, bayi mulai lebih memahami dirinya sendiri bersamaan dengan perkembangan kemampuan berbahasanya. Kristin Barrett juga menjelaskan bahwa bayi mulai memiliki rasa ingin tahu terhadap tubuhnya.

Kata Kristin Barrett, "Bayi akan mulai penasaran dan menemukan bagian-bagian tubuh mereka. Mereka akan menatap tangan, meraih kaki, dan mencoba menggigitnya. Hal tersebut menjadi salah satu momen awal bagi bayi untuk menyadari tubuh mereka serta memahami bagaimana tubuh mereka bergerak,". Pada usia ini, bayi juga mengeluarkan suara seperti mendesah atau bergumam, serta menunjukkan respons nonverbal saat diajak berinteraksi.

Usia 6 hingga 9 bulan. Pada fase ini, kemampuan komunikasi dan bahasa bayi berkembang lebih pesat. Prosesnya dimulai dari mengenali namanya sendiri, lalu sekitar sembilan bulan bayi biasanya menoleh saat dipanggil dan memahami bahwa panggilan itu ditujukan khusus untuk dirinya.

Dikutip dari HaiBunda, pada usia sekitar sembilan bulan beberapa kemampuan motorik kasar seperti merangkak juga berkembang dengan pesat. Setelah mulai mengenali namanya, Si Kecil cenderung makin aktif bergerak dan mengeksplor lingkungan rumah.

Walaupun bayi sudah mulai mengenali namanya, mereka belum tentu langsung mengikuti perintah yang Bunda sampaikan. Misalnya saat Bunda berkata, "Juno, jauhkan tanganmu dari stop kontak itu!" bayi mungkin belum memahami arahan tersebut karena perintahnya cukup rumit untuk usia mereka.

Meski demikian, bayi sering menyadari bahwa Bunda sedang berusaha menarik perhatiannya. Mereka bisa berhenti sejenak dari aktivitas, lalu menoleh ke arah Bunda ketika namanya dipanggil.

Masuk usia enam bulan, perkembangan otak dan kemampuan komunikasi juga mulai makin pesat. "Pada usia enam bulan, Bunda mulai mendengar banyak ocehan dari bayi seperti da-da atau ma-ma. Bayi juga akan mulai meniru suara konsonan dan vokal tersebut," tutur Barret.

Seiring berkembangnya komunikasi, bayi mulai menghubungkan suara seperti “mama” atau “dada” dengan orang-orang tertentu di sekitarnya. Kata-kata tersebut juga kerap dipakai bayi untuk menarik perhatian.

Cara membantu bayi mengenali namanya

Menurut Healthline, Bunda dapat membantu bayi mengenali namanya melalui beberapa kebiasaan sederhana. Langkah pertama adalah melakukan pengulangan saat memanggil namanya dalam interaksi sehari-hari.

Contohnya, Bunda dapat mengatakan, "Cynthia, mau botol susu?" atau "Saatnya mengganti popokmu, Brian!". Menggunakan nama secara konsisten saat berbicara membantu bayi mengenali dan mengingat nama seiring pertumbuhan komunikasi dan kemampuan sosial.

Langkah berikutnya adalah menghilangkan gangguan. Saat berinteraksi, Bunda bisa memindahkan situasi ke ruangan yang lebih tenang, lalu memberikan mainan sambil mengamati apakah bayi merespons ketika namanya dipanggil.

Langkah ketiga yaitu mengubah nada suara. Ahli patologi bahasa dan bicara anak, Laura Mize, menyarankan Bunda mencoba suara yang berirama atau bisikan gembira saat menyebut nama bayi agar lebih menarik perhatian dibanding suara biasa.

Kata Laura Mize, "Cobalah menggunakan suara yang berirama atau bisikan gembira ketika menyebut namanya untuk melihat apakah cara tersebut lebih menarik perhatian Si Kecil dibandingkan suara Bunda yang biasa digunakan,". Dengan variasi cara memanggil, bayi bisa lebih mudah menangkap sinyal nama.

Terakhir, Bunda dapat memperlihatkan foto pada bayi. Dengan membuat buku foto atau melihat foto bersama, Bunda menunjukkan gambar orang-orang di sekitar sambil menyebut nama mereka, lalu melakukan hal yang sama untuk foto Si Kecil.

Bunda bisa memakai contoh kalimat sederhana seperti, "Lihat mata biru Aurora yang indah!" atau "Topi yang dipakai Daren bagus sekali!". Kebiasaan ini membantu bayi menghubungkan nama dengan orang atau dirinya sendiri secara bertahap.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
daffa-raihan-maulana
Author