Ahli Gizi Bagikan Batas Aman Makan Durian dan Efek Kesehatannya

Share

Musim panen durian kerap memicu pesta makan besar yang membuat pencinta buah ini mengonsumsinya secara berlebihan. Padahal, buah ini menyimpan kalori, gula, dan karbohidrat dalam jumlah yang cukup tinggi di balik kelezatannya. Konsumsi durian perlu dikendalikan dengan baik agar kandungan nutrisinya memberikan manfaat optimal bagi tubuh manusia.

Seperti dilansir dari Detik Food yang mengutip AsiaOne pada 2 Juli 2026, sejumlah pakar kesehatan memaparkan panduan konsumsi durian yang aman.

Durian sebenarnya tergolong buah sehat yang kaya akan zat gizi penting bagi kebugaran tubuh jika tidak dikonsumsi secara berlebihan. Ahli gizi dari Changi General Hospital mengungkapkan durian memiliki kandungan lemak tak jenuh tunggal yang berfungsi sebagai lemak baik.

Lemak baik tersebut berkhasiat menurunkan kadar kolesterol jahat dan membantu mengendalikan tekanan darah. Selain itu, durian juga dilengkapi dengan kalium, serat, zat besi, vitamin C, hingga vitamin B kompleks.

Senyawa antioksidan seperti flavonoid dan karotenoid di dalamnya juga berpotensi menurunkan risiko penyakit jantung, diabetes, hingga kanker.

Panduan Porsi Aman Konsumsi Harian

Para pakar kesehatan menyarankan masyarakat untuk membatasi porsi agar tidak memicu gangguan kesehatan.

Ahli gizi dari Changi General Hospital, Mount Alvernia Hospital, dan Raffles Medical Group merekomendasikan batas aman sekitar dua hingga tiga pongge dalam sekali makan. Bagi penderita diabetes, takaran tersebut harus dikurangi menjadi hanya satu hingga dua pongge saja per porsi. Pembatasan ini sangat penting karena satu buah durian ukuran kecil saja dapat mengandung 885 kalori dan 163 gram karbohidrat.

Kadar tersebut sudah memenuhi hampir separuh dari total kebutuhan kalori harian seorang dewasa.

Mitos Efek Panas dan Kombinasi Alkohol

Pengobatan tradisional Tiongkok mengategorikan durian sebagai makanan bersifat panas yang memicu sariawan hingga sembelit. Praktisi dari Raffles Chinese Medicine menyatakan efek tersebut bisa diredam dengan minuman dingin seperti teh hijau, teh krisan, teh mint, air kelapa, atau air garam.

Masyarakat juga sering memadukannya dengan manggis, walau klaim khasiat penetralisir ini belum terbukti secara ilmiah. Di sisi lain, tim medis dari National University Hospital menegaskan larangan mengonsumsi durian bersamaan dengan alkohol.

Kombinasi tersebut memaksa organ hati bekerja jauh lebih keras untuk memproses lemak, gula, dan alkohol secara bersamaan. Dampaknya dapat memicu gangguan pencernaan parah, perut kembung, serta rasa tidak nyaman yang hebat pada tubuh.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author