Bapanas Dorong Bantuan Pangan Guna Atasi Anjloknya Harga Ayam

Share

Badan Pangan Nasional (Bapanas) mendorong pemerintah untuk kembali menggulirkan program bantuan pangan berupa daging dan telur ayam guna menyerap produksi peternak rakyat yang tengah tertekan akibat anjloknya harga jual di pasar.

Kondisi di sejumlah sentra produksi saat ini kian memprihatinkan karena penurunan harga jual telur dan daging ayam terjadi bersamaan dengan melonjaknya biaya pakan. Akibat melimpahnya pasokan, harga di tingkat produsen berada di bawah biaya pokok produksi (HPP) sehingga meningkatkan risiko kerugian peternak.

Sekretaris Utama Bapanas, Sarwo Edhy menjelaskan adanya ketimpangan yang lebar antara harga yang diterima peternak di tingkat produsen dengan harga yang harus dibayar oleh konsumen di pasar.

"Jadi yang harus kita selesaikan agar harga ayam di tingkat produsen, harganya tidak terlalu jauh dibandingkan dengan harga daging ayam di tingkat konsumen. Saat ini bedanya relatif jauh. Ada usulan bantuan daging ayam dan telur ayam. Ini sangat baik untuk stabilisasi pasokan dan harga daging ayam dan telur ayam," ujar Sarwo Edhy, Sekretaris Utama Bapanas.

Rencana pengadaan bantuan ini telah diajukan dalam usulan anggaran tahun 2027 oleh Bapanas, namun realisasinya berpotensi dipercepat pada tahun ini apabila mendapatkan persetujuan dari legislatif.

"Tahun 2027 sudah kita usulkan. Tahun ini mungkin kalau dari Komisi IV DPR RI menghendaki revisi anggaran, maka akan dilaksanakan dalam tahun ini," kata Sarwo Edhy, Sekretaris Utama Bapanas.

Sementara itu, Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Bapanas, Maino Dwi Hartono menyatakan bahwa program serupa yang pernah dijalankan sebelumnya terbukti efektif dalam menjaga stabilitas harga di tingkat peternak.

"Sudah cukup bagus menahan harga dan itu diakui oleh para peternak," ujar Maino Dwi Hartono, Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Bapanas.

Selain mengandalkan bantuan pangan, Bapanas mengupayakan penyerapan produk unggas melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) di daerah serta pemanfaatan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijadwalkan kembali berjalan normal setelah libur sekolah pada Juli mendatang.

Dukungan konkret dari pemerintah sangat dinantikan oleh pelaku usaha, seperti yang diungkapkan oleh Ketua Umum Perhimpunan Peternak Rakyat Mandiri Indonesia (Permindo), Kusnan, terkait beratnya beban yang dihadapi anggotanya saat ini.

"Yang perlu diselamatkan adalah peternak yang kondisinya saat sedang tertekan dan untuk berlanjut agak berat," kata Kusnan, Ketua Umum Perhimpunan Peternak Rakyat Mandiri Indonesia (Permindo).

Guna merealisasikan program ini, Bapanas telah mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp17,8 triliun untuk tahun 2027 dengan target menyalurkan 5.780 ton daging ayam dan 8.670 ton telur ayam kepada 1,45 juta penerima manfaat.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author