Bank NTT Raih Rekor MURI Buka 220.194 Rekening SimPel Serentak
Bank NTT bersama Otoritas Jasa Keuangan dan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur memecahkan rekor MURI setelah berhasil membuka 220.194 rekening Simpanan Pelajar secara serentak pada puncak Hari Indonesia Menabung di Rote Ndao, Rabu (19/8/2026).
Pencapaian skala besar tersebut dilayani melalui 23 kantor cabang Bank NTT di seluruh wilayah provinsi, sebagaimana dilansir dari Detik Finance. Jumlah pembukaan rekening SimPel tersebut berhasil melampaui target awal yang diimbau pemerintah daerah setempat.
Duta Literasi Keuangan OJK, Romualdus San Udika Jurnalos mengedukasi para siswa di SMA Negeri 1 Rote Selatan agar memandang kegiatan menyimpan uang sebagai persiapan masa depan.
"Dan adik-adik SMA ini adalah target nasabah masa depan yang harus dikasih masukan dan pegangan kepada mereka ketika memasuki dunia kuliah dan kerja, bagaimana mengelola keuangan dengan baik," kata Romualdus San Udika Jurnalos, Duta Literasi Keuangan OJK.
Edukasi pengelolaan finansial dapat dipraktikkan langsung oleh para pelajar melalui penyisihan uang jajan secara disiplin saban hari.
"Ketika saat ini mereka menerima uang jajan, bagaimana mereka mengaturnya mulai dengan menyisihkan terlebih dahulu, menabung sejak dini berbarengan hari ini dicatatkan dengan SimPel dan mereka membiasakan hal tersebut, kemudian sisanya baru dibelanjakan kebutuhan mereka," ujar Romualdus San Udika Jurnalos, Duta Literasi Keuangan OJK.
Pembentukan karakter finansial dapat dimulaikan dari nominal kecil yang konsisten di lingkungan sekolah dasar.
"Satu poin penting bahwa setiap anak sekolah dasar selain pendidikan keuangan yang harus terdidik dari keluarga, di sekolah mereka mendapatkan tabungan SimPel. Mereka bisa diarahkan untuk menabung setiap hari dari uang mereka, misalnya Rp5.000 yang diberikan sebagai uang jajan, Rp1.000-Rp2.000-nya disisihkan untuk tabungan," kata Romualdus San Udika Jurnalos, Duta Literasi Keuangan OJK.
Lembaga perbankan juga diminta berperan aktif memfasilitasi akses penarikan atau penyetoran dana tabungan secara berkala di sekolah.
"Kemudian, mungkin masukan untuk lembaga keuangan bahwa mereka harus menjemput bola dengan menyediakan layanan untuk mengarahkan adik-adik ini untuk menabung setiap minggu apa yang mereka sisihkan dari uang jajan mereka sehingga mereka tidak menyimpan sendiri atau menitipkan ke guru-guru. Itu akan menimbulkan suatu risiko yang tidak baik," tutur Romualdus San Udika Jurnalos, Duta Literasi Keuangan OJK.
Penyediaan akun rekening perbankan pribadi melatih kemandirian serta rasa tanggung jawab anak sejak dini.
"Maka dari itu, ketika mereka punya tanggung jawab menyimpan sendiri, menabung sendiri uang mereka di bank yang diberikan oleh lembaga keuangan, itu sangat membantu mereka untuk menyiapkan diri mereka untuk mandiri ke depan menuju masa kuliah dan dunia kerja," ujar Romualdus San Udika Jurnalos, Duta Literasi Keuangan OJK.
Museum Rekor-Dunia Indonesia mengonfirmasi pencapaian NTT melampaui rekor nasional sebelumnya di Provinsi Jambi pada 2016 yang mencatatkan 123.060 rekening. Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena sebelumnya mengarahkan peningkatkan target dari 136.000 menjadi 200.000 rekening, sebelum akhirnya terverifikasi mencapai 220.194 rekening.
"Dan puji Tuhan, kegiatan hari ini berhasil mencatat pembukaan sebanyak 220.194 rekening SimPel secara serentak di seluruh wilayah Provinsi NTT dari 23 kantor cabang di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Luar biasa!" kata Awan Rahargo, Direktur Operasional MURI.
Penetapan rekor dunia-indonesia ini berfokus pada perluasan akses literasi keuangan anak sejak usia dini.
"Rekor pada hari ini tentunya bukan semata demi pengakuan atau mendapatkan sebuah penghargaan rekor MURI, tapi rekor hari ini adalah sebagai bentuk apresiasi bagi kami untuk mendorong kegiatan ini dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan sejak usia dini dan juga menanamkan budaya menabung sejak usia dini. Inilah esensi sebuah rekor pada hari ini," ujar Awan Rahargo, Direktur Operasional MURI.
Penyelenggaraan acara Hari Indonesia Menabung ini berlangsung di tengah masa pemulihan masyarakat pascagejala bencana alam gempa bumi magnitudo 7,7 di Flores.
"Di samping saya excited ya, jadi di tengah-tengah musibah yang terjadi, semangat untuk bangkit, semangat untuk pulih luar biasa ini dihadirkan oleh segenap masyarakat NTT. Tentunya ini rekor yang mengharukan di tengah-tengah situasi bencana yang terjadi. Masyarakat NTT telah membuktikan sebuah semangat, sebuah motivasi untuk bangkit, bangkit, dan bangkit pulih kembali," kata Awan Rahargo, Direktur Operasional MURI.
Pihak manajemen Bank NTT menilai momentum rekor pencatatan finansial ini sebagai pijakan kebangkitan ekonomi daerah.
"Hari ini dari titik paling selatan Indonesia, kita harus berbangga bahwa NTT mencetak satu rekor baru untuk kegiatan menabung yang paling banyak, sehingga atas rekor tersebut akan dicatat dalam Rekor MURI. Ini hal yang sangat membanggakan dan saya berpikir mungkin inilah awal dari kebangkitan kita di NTT ini untuk menyongsong satu masa depan yang lebih baik," kata Charlie Paulus, Direktur Utama Bank NTT.