Bank Indonesia Pertahankan Suku Bunga BI Rate Sebesar 475 Persen
Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan BI Rate tetap di level 4,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur periode Mei 2026 untuk memperkuat nilai tukar rupiah, seperti dilansir dari Bloomberg Technoz.
Penetapan tingkat suku bunga acuan tersebut diambil setelah mempertimbangkan berbagai asesmen prospek perekonomian global.
"Berdasarkan berbagai asesmen prospek tersebut, Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 19 dan 20 Mei 2026 memutuskan untuk mempertahankan BI Rate sebesar 4,75% suku bunga deposit fasilitas sebesar 3,75 %, dan suku bunga lending fasilitas sebesar 5,5%, " ungkap Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo.
Langkah stabilitas ini diambil guna memitigasi ketidakpastian global yang bersumber dari ketegangan di Timur Tengah.
"Ke depan Bank Indonesia siap menempuh penguatan lebih lanjut kebijakan moneter yang diperlukan untuk tetap mempertahankan stabilitas nilai tukar rupiah dan menjaga inflasi 2026 dan 2027 dalam sasaran 2,5 plus minus 1%," kata Perry Warjiyo.
Keputusan bank sentral ini sejalan dengan perkiraan awal sejumlah pelaku pasar yang terekam dalam konsensus Bloomberg sebelum rapat berlangsung.
Berdasarkan jajak pendapat terhadap 40 ekonom, sebanyak 25 ahli memprediksi adanya kenaikan menuju angka 5 persen, sementara 15 pengamat lainnya sudah memperkirakan suku bunga tetap bertahan pada level 4,75 persen.
Data deviasi standar yang rendah sebesar 0,13 persen menunjukkan proyeksi pasar terkonsentrasi rapat, yang menandakan ruang kebijakan moneter bank sentral kini semakin terbatas.
Situasi tersebut memberikan indikasi bahwa fokus kebijakan saat ini telah beralih dari mendorong pertumbuhan ekonomi menuju upaya menjaga stabilitas nilai tukar serta mengamankan aliran modal asing.