Bank Indonesia Pacu Penyaluran Kredit Guna Jaga Stabilitas Ekonomi
Bank Indonesia mempercepat penyaluran kredit dengan melibatkan pemerintah, perbankan, dan pelaku usaha guna menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan pada Rabu, 8 Juli 2026.
Langkah strategis tersebut diambil untuk memperkuat fungsi intermediasi perbankan, yang mana realisasi kredit perbankan tercatat tumbuh sebesar 11,51 persen (yoy) pada Mei 2026, berdasarkan data yang dilansir dari Bloomberg Technoz.
“Upaya tersebut didukung Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM), turut memperkuat fungsi intermediasi perbankan dan pembiayaan bagi dunia usaha,” kata Ramdan Denny Prakoso, Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia.
Peningkatan pembiayaan di sektor produktif ini ditujukan untuk memperkokoh aktivitas ekonomi domestik. Selain memacu kredit, bank sentral juga mencatat pertumbuhan omzet UMKM binaan mereka sebesar 23,1 persen (yoy) hingga mencapai Rp7,02 triliun pada tahun 2025.
“Bank Indonesia akan terus mengoptimalkan bauran kebijakan serta memperkuat sinergi dengan Pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan untuk menjaga stabilitas, memperkuat pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, serta turut mendukung penciptaan lapangan kerja,” kata Denny.
Di sisi lain, otoritas moneter ini berkomitmen menjaga stabilitas nilai tukar rupiah melalui intervensi aktif di berbagai pasar keuangan selama 24 jam penuh.
“Bank Indonesia seperti biasa akan all out. Kemudian baik di pasar luar negeri maupun dalam pasar dalam negeri dengan transaksi di pasar spot, di pasar NDF, di pasar DNDF dan juga melakukan komunikasi Intens dengan pelaku pasar,” jelas Denny.
Bank Indonesia menilai bahwa pergerakan nilai tukar rupiah sejauh ini masih menunjukkan performa yang relatif lebih baik dibandingkan mata uang negara berkembang lainnya.