Bank Indonesia Jamin Inflasi 2026 Tetap Terkendali
Bank Indonesia meyakini laju inflasi nasional akan tetap berada dalam kisaran sasaran pemerintah sebesar 2,5±1 persen pada tahun 2026. Kepastian ini muncul setelah Indeks Harga Konsumen hingga Mei 2026 mencatatkan inflasi sebesar 3,08 persen secara tahunan, sebagaimana dilansir dari Bloombergtechnoz pada Rabu (3/6/2026).
Badan Pusat Statistik melaporkan bahwa Indeks Harga Konsumen pada Mei 2026 mengalami kenaikan sebesar 0,28 persen secara bulanan. Faktor pergerakan ini membuat akumulasi inflasi tahunan menyentuh angka 3,08 persen.
"Inflasi yang tetap terjaga dalam kisaran sasarannya ini merupakan hasil dari konsistensi kebijakan moneter serta eratnya sinergi pengendalian inflasi antara BI dan pemerintah dalam Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID) serta penguatan implementasi Program Ketahanan Pangan Nasional," ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso dalam keterangan tertulis, Rabu (3/6/2026).
Data BPS menunjukkan kelompok inflasi inti pada Mei 2026 berada di angka 0,22 persen secara bulanan, atau menurun tipis dari bulan sebelumnya yang mencapai 0,23 persen. Pergerakan inflasi inti ini dipicu oleh kenaikan harga minyak goreng, sementara secara tahunan melaju ke angka 2,59 persen.
Kelompok pangan bergejolak mengalami inflasi sebesar 0,22 persen secara bulanan pada Mei 2026 setelah sebelumnya sempat mengalami deflasi sebesar 0,88 persen. Kenaikan harga cabai merah, bawang merah, tomat, dan beras akibat cuaca ekstrem serta berakhirnya masa panen raya menjadi pendorong utama kelompok ini hingga menyentuh inflasi tahunan sebesar 6,24 persen.
Sektor harga yang diatur pemerintah juga mengalami inflasi sebesar 0,52 persen secara bulanan pada Mei 2026. Angka tersebut disumbang oleh penyesuaian harga LPG nonsubsidi, BBM nonsubsidi, dan avtur yang terdampak langsung oleh fluktuasi harga energi global, sehingga inflasi tahunannya mencapai 2,07 persen.