Bambang Ismawan sebut PTBA perkuat kemandirian energi

Share

Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk Bambang Ismawan menyebut kemerdekaan kini juga berarti kemandirian energi, dengan menekan ketergantungan impor melalui bahan bakar berbasis energi domestik.

Dilansir dari Detik Finance, Bambang mengatakan penegasan ini disampaikan dalam program Indonesia Punya Kita pada Jumat (21/8/2026), menautkan kesejahteraan masyarakat dan kemandirian sektor strategis.

Ia menilai dorongan pemerintah pada ketahanan pangan dan ketahanan energi menjadi bagian upaya mewujudkan kemerdekaan dalam arti yang lebih luas.

"Setelah merdeka, kita harus punya tujuan. Salah satunya memajukan kesejahteraan umum, pendidikan, dan bagaimana Indonesia bisa menjadi bangsa yang mandiri serta tidak bergantung pada negara lain," ujar Bambang, Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk.

Bambang juga mengaitkan upaya tersebut dengan kebijakan pemerintah yang mendorong ketersediaan energi domestik agar tidak lagi bergantung pada impor.

"Nah itu kan upaya yang dilakukan pemerintahan Pak Presiden (Prabowo Subianto) dan para menteri-menterinya bagaimana supaya kita tidak impor lagi. Salah satunya sekarang sudah solar," ujar Bambang, Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk.

Menurut Bambang, harapannya mencakup perluasan pemanfaatan BBM lainnya agar ketergantungan impor makin berkurang.

"Suatu saat kita berharap ya, termasuk BBM yang lainnya, tidak impor lagi," sambungnya.

Di sisi lain, Bambang menyatakan PTBA sebagai anggota holding BUMN Mining Industry Indonesia (MIND ID) memegang peran menjaga pasokan energi nasional, terutama untuk kebutuhan pembangkit listrik.

"Yang paling penting masyarakat tidak boleh terganggu kebutuhan listriknya. Karena itu kami berkomitmen memenuhi kebutuhan batu bara dalam negeri," ujar Bambang, Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk.

Bambang menyebut PTBA memasok sekitar 17 juta ton batu bara setiap tahun untuk kebutuhan domestik, dengan volume bisa bertambah saat PT PLN (Persero) memerlukan tambahan pasokan.

Ia menjelaskan PTBA menjalankan dua tanggung jawab yang berjalan beriringan: mendukung program pemerintah lewat penyediaan energi dan sekaligus menghasilkan keuntungan untuk penerimaan negara.

"Satu sisi bisnis berjalan, tapi dukungan untuk negara terutama listrik juga berjalan, kayak gitu," kata Bambang, Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk.

Bambang menyinggung transisi energi yang lebih bersih dan berkelanjutan, namun menilai batu bara masih menjadi pemasok utama karena faktor ketersediaan dan biaya yang relatif terjangkau dibanding beberapa energi terbarukan.

"Di samping itu tadi batu bara sekarang yang menjadi boleh dibilang ya sekarang pemasok utamalah atau suplai utama untuk energi sekarang masih batu bara kan. Karena memang untuk kita beralih ke energi yang bersih atau energi yang terbarukanlah gitu, itu secara harga agak mahal," jelas Bambang, Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk.

Ke depan, ia menyatakan Indonesia perlu menjaga keseimbangan antara pemenuhan kebutuhan energi saat ini dan pengembangan energi yang lebih ramah lingkungan agar cita-cita menuju kemandirian energi tercapai.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author