Bahan Kimia Rumah Tangga Ganggu Kesuburan dan Kualitas Reproduksi
Paparan lima jenis bahan kimia dari produk rumah tangga yang digunakan sehari-hari dapat memengaruhi kesuburan pasangan suami istri karena berpotensi mengganggu keseimbangan hormon dan organ reproduksi, Jumat (3/7/2026). Zat kimia ini berisiko menurunkan kualitas sel telur dan sperma sehingga mempersulit terjadinya kehamilan, sebagaimana dilansir dari HaiBunda. Faktor eksternal ini menjadi kekhawatiran tambahan di luar faktor usia. Peneliti bersertifikasi obstetri, ginekologi, dan endokrinologi reproduksi di Chicago, Jennifer Hirshfeld-Cytron memberikan penjelasan mengenai dampak buruk zat tersebut.
"Bahan kimia ini terutama memengaruhi kualitas sel telur dan sperma, yang dapat mempersulit kehamilan," kata Jennifer Hirshfeld-Cytron, MD.
Ia menambahkan bahwa penumpukan zat kimia berbahaya ini dapat diminimalkan oleh pasangan yang sedang merencanakan kehamilan. "Meskipun usia masih menjadi faktor terkuat dalam kesuburan, paparan bahan kimia merupakan lapisan kekhawatiran tambahan yang dapat kita coba minimalkan," sambung Jennifer Hirshfeld-Cytron, MD.
Salah satu zat yang paling sering ditemukan adalah Bisphenol A (BPA) pada plastik dan resin epoksi, seperti tutup botol hingga kaleng logam. "Kekhawatiran terbesar yang saya lihat adalah paparan plastik, terutama ketika digunakan untuk menyimpan atau memanaskan makanan," ungkap Dr. Hirshfeld-Cytron.
Pelepasan zat kimia ini dikonfirmasi dapat merusak sistem endokrin. "Plastik melepaskan bahan kimia, termasuk BPA, yang mengganggu endokrin dan kesehatan reproduksi," terangkan Dr. Hirshfeld-Cytron. Dokter spesialis kebidanan dan ginekologi di Columbia University Irving Medical Center, Alex Robles, turut memaparkan efek BPA pada tubuh wanita dan pria.
"BPA dapat memengaruhi kesuburan dengan mengganggu hormon, yang mengakibatkan menstruasi tidak teratur, masalah ovulasi, dan penurunan fungsi ovarium atau kualitas sperma," jelas Alex Robles, MD.
Gangguan hormonal ini secara spesifik merusak sel telur wanita. "BPA dapat meniru estrogen dan telah dikaitkan dengan penurunan kualitas sel telur," ujar Robles. Bahan kimia kedua adalah petroleum dan turunan benzena yang terdapat pada cat kuku, lilin aromaterapi, dan parfum sintetis.
"Saya memperingatkan pasien tentang lilin beraroma kuat dan produk apa pun yang berlabel 'parfum', karena produk-produk ini sering kali mengandung campuran bahan kimia yang tidak diungkapkan dan tetap berada di udara serta debu di rumah, yang berkontribusi pada paparan jangka panjang," terang Hirshfeld-Cytron.
Zat ketiga adalah ftalat yang berfungsi melunakkan plastik dan banyak ditemukan pada produk perawatan pribadi serta pengharum ruangan. "Ftalat adalah bahan kimia yang membuat plastik menjadi lunak dan fleksibel," kata Robles.
Penggunaan ftalat berlebih dapat memicu penurunan peluang kehamilan per siklus berdasarkan studi tahun 2023. "Ftalat sebagian besar ditemukan dalam plastik, produk perawatan pribadi, dan pengharum ruangan, tetapi dapat mengganggu fungsi hormon dan dapat memengaruhi perkembangan sperma dan ovarium," tutur Robles.
Zat keempat adalah paraben yang banyak terkandung dalam produk pembersih dan kosmetik, serta mampu meniru hormon estrogen. "Bahan-bahan ini terutama ditemukan dalam kosmetik, jadi penting untuk sangat memperhatikan apa yang kita gunakan," tutur Ruben Alvero, MD, peneliti dan profesor klinis obstetri ginekologi di Stanford Medical School. Bahan kelima adalah PFAS atau zat per- and polifluoroalkil yang kerap disebut 'bahan kimia abadi' karena sifatnya yang sangat tahan penguraian.
"Banyak plastik terus diproduksi dengan komponen yang mengandung bahan kimia ini. Bahan kimia ini terus ditemukan dalam berbagai barang, mulai dari wadah sabun hingga wadah makanan siap saji. PFAS sering digunakan untuk membuat produk tahan panas, yang juga dikaitkan dengan masalah kesuburan," ungkap Robles.
Studi di Singapura menunjukkan paparan PFAS dapat menurunkan kemungkinan kehamilan perempuan hingga 40 persen. "Mencari alternatif yang aman dan tidak beracun itu mahal dan membingungkan, jadi saya ingin mengingatkan orang-orang untuk memulai dengan perubahan sederhana, seperti menghindari plastik, menggunakan filter udara dan air, melepas sepatu di dalam rumah, menghindari lilin beraroma kuat, dan menggunakan pelindung kulit yang tepat dapat membuat perbedaan yang berarti," pungkas Hirshfeld-Cytron.