Badan Gizi Nasional Pangkas Jadwal Makan Bergizi Gratis Jadi Lima Hari

Share

Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan langkah efisiensi anggaran tidak akan memotong jumlah penerima manfaat dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Meski begitu, seperti dikutip dari Bloomberg Technoz, lembaga ini memutuskan untuk mengubah pola operasional layanan penyeimbang nutrisi tersebut.

Skema pembagian makanan yang semula berjalan selama enam hari kini dipangkas menjadi lima hari dalam sepekan. Langkah penyesuaian operasional ini diambil demi menyiasati ruang anggaran yang tersedia.

"Yang jelas, dengan adanya efisiensi itu, BGN mendukung. Penerima manfaat tetap, hanya kami mengubah pola yang semula pelayanan enam hari, hari Sabtu tetap diberi, sekarang karena efisiensi anggaran berubah menjadi lima hari," kata Sony di Bareskrim, Senin (25/5).

Sony Sonjaya selaku Wakil Kepala BGN menerangkan bahwa skema baru ini nantinya bakal diselaraskan secara penuh dengan waktu aktif kegiatan belajar mengajar di sekolah. Kebijakan distribusi makanan bergizi hanya menyasar para siswa ketika mereka mengikuti pembelajaran langsung.

"Konsepnya MBG diberikan pada saat siswa ada di sekolah. Ada di sekolahnya lima hari," ujar dia.

Ketentuan pemangkasan operasional ini juga berlaku mutlak pada momen libur nasional yang jatuh di waktu kerja. Distribusi makanan dipastikan setop apabila kalender pendidikan menunjukkan hari libur di pertengahan pekan.

"Biasanya, misalkan di tengah minggu, hari Rabu atau Kamis libur, ya, hari Rabu dan Kamis tidak diberikan MBG," tutur Sony.

Langkah restrukturisasi jadwal penyerahan makanan ini bergulir setelah adanya pengumuman penghematan anggaran oleh Kementerian Keuangan. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya mengumumkan pemotongan anggaran MBG hingga Rp67 triliun pada Selasa (19/5) lalu.

Menurut catatan kementerian, penyerapan dana untuk program MBG sepanjang tahun 2026 ini telah menyentuh angka Rp75 triliun. Jumlah realisasi tersebut setara dengan kisaran 22,4% dari total pagu anggaran awal yang dialokasikan pemerintah.

Pengetatan keuangan pada program prioritas ini dieksekusi secara langsung demi mematuhi instruksi dari Presiden Prabowo Subianto. Lewat pemangkasan masif tersebut, sisa anggaran yang dialokasikan untuk program MBG kini bertengger di angka Rp268 triliun.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author