Dokter Anak Ingatkan Aturan Pakai Salep Hydrocortisone untuk Bayi

Share

Penggunaan salep hydrocortisone untuk bayi tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Obat ini memerlukan anjuran dan pengawasan ketat dari dokter anak.

Dikutip dari HaiBunda, sebagian ahli tidak menyarankan pemakaian hydrocortisone pada bayi. Sementara sebagian pakar lain memperbolehkannya dengan aturan yang sangat ketat.

Kondisi kulit bayi yang diolesi obat ini tidak boleh tertutup rapat. Selain itu, durasi pemakaian harus dipersingkat dari maksimal 7 hari menjadi hanya sekitar 4 hingga 5 hari.

Salep hydrocortisone merupakan obat kortikosteroid topikal yang bekerja mengaktifkan zat alami kulit. Senyawa ini berfungsi mengurangi pembengkakan dan peradangan.

Krim hydrocortisone 1 persen yang dijual bebas umumnya dilarang untuk anak di bawah usia 2 tahun. Penggunaan rutin jangka panjang berisiko memicu gangguan pertumbuhan serta kenaikan berat badan.

Meskipun demikian, krim steroid ringan ini bisa dipakai untuk mengatasi eksim pada bayi atas petunjuk dokter anak. Untuk anak di atas usia 2 tahun, obat ini dinilai aman untuk penggunaan jangka pendek sekitar 1 hingga 2 minggu.

Menurut data Very Well Health, hydrocortisone bermanfaat meredakan kemerahan, pembengkakan, dan gatal. Namun, obat ini hanya meredakan gejala dan tidak menyembuhkan penyebab utama gangguan kulit.

Efek samping umum dari penggunaan salep ini meliputi iritasi, kulit kering, serta pertumbuhan rambut di area tertentu. Pemakaian jangka panjang juga bisa memicu insufisiensi adrenal akibat tubuh kekurangan hormon kortisol.

Reaksi alergi obat dapat memperburuk ruam dengan gejala kulit terbakar, muncul bintik merah atau putih, dan perubahan warna kulit. Orang tua harus segera memeriksakan anak ke dokter jika muncul gejala penipisan kulit, lepuhan nyeri, infeksi, atau ruam berat.

National Eczema Association menyatakan bahwa paparan hydrocortisone berlebihan pada area tubuh yang luas bisa memperlambat pertumbuhan anak. Oleh karena itu, pengawasan medis mutlak diperlukan untuk anak di bawah usia 2 tahun.

Dosis dan Cara Pemakaian yang Benar

Dosis hydrocortisone sangat bergantung pada bentuk sediaan obat seperti krim, salep, tablet, atau suntikan, serta kondisi medis pasien. Obat keras ini wajib digunakan sesuai resep dokter.

Sediaan topikal diaplikasikan tipis-tipis pada area kulit yang bermasalah sebanyak 1 hingga 2 kali sehari. Durasi pemakaian untuk anak di bawah usia 2 tahun akan dibatasi guna menekan risiko efek samping.

Berdasarkan panduan National Health Service (NHS) UK, penggunaan obat harus disesuaikan dengan tingkat kekuatan dan luas area kulit. Sebelum mengoleskan krim, pastikan tangan sudah dicuci bersih.

Keluarkan krim secukupnya pada ujung jari, lalu gosokkan perlahan pada kulit hingga meresap. Setelah selesai diaplikasikan, tangan harus dicuci kembali.

Penggunaan obat tidak boleh lebih dari 7 hari kecuali atas arahan medis. Penghentian obat pada penggunaan jangka panjang juga tidak boleh dilakukan secara tiba-tiba tanpa instruksi dokter.

Opsi Perawatan Alternatif untuk Kulit Bayi

Langkah terbaik mengatasi gatal pada bayi adalah mendeteksi pemicu utamanya, seperti eksim, ruam popok, atau alergi. Kulit bayi bisa dirawat secara mandiri dengan menjaga kelembapan, mandi rutin, dan memakai minyak alami.

Losion dengan kandungan oatmeal bisa menjadi pilihan untuk meredakan kulit kering dan gatal yang luas. Minyak jarak atau castor oil juga efektif menjaga kelembapan serta mempercepat penyembuhan iritasi.

Minyak kelapa tanpa bahan kimia memiliki sifat antiseptik dan anti-inflamasi yang baik untuk memperbaiki lapisan pelindung kulit bayi. Selain itu, pelembap khusus kulit sensitif dengan kandungan ceramide bisa dipakai setelah bayi mandi.

Pemicu Iritasi Kulit dan Penanganannya

Ruam popok terjadi karena popok kotor dibiarkan terlalu lama hingga area kulit menjadi lembap. Penanganannya dilakukan dengan membersihkan kulit memakai kain hangat atau tisu bebas alkohol, lalu mengoleskan krim bermaterial zinc oxide.

Untuk kasus eksim, orang tua harus menghindari pemicu seperti keringat, air liur, bulu hewan, atau bahan iritan. Gunakan pelembap pekat berformulasi colloidal oatmeal atau minyak kelapa, serta jaga kuku anak tetap pendek agar tidak menggaruk luka.

Jika iritasi dipicu oleh alergi, gunakan deterjen pakaian bayi yang lembut serta produk perawatan yang bebas dari pewangi dan pewarna buatan.

Daftar Merek Hydrocortisone di Apotek

Terdapat beberapa produk hydrocortisone yang tersedia di apotek dan penggunaannya harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter:

1. Hydrocortisone 1% Krim: Dijual dalam ukuran tube 5 gram untuk eksim ringan dan gigitan serangga dengan harga berkisar Rp16 ribu hingga Rp20 ribu.

2. Hydrocortisone 2,5% Krim: Memiliki kadar lebih kuat untuk peradangan berat, dijual dalam ukuran tube 5 gram dengan harga sekitar Rp16 ribu hingga Rp25 ribu.

3. Dermacoid: Mengandung Hydrocortisone 17-butyrate untuk meredakan inflamasi akut, dijual dalam ukuran tube 10 gram dengan harga sekitar Rp97 ribu.

4. Lexacorton: Mengandung hydrocortisone acetate 2,5% berbentuk krim dalam kemasan tube 5 gram dengan harga berkisar Rp6 ribu hingga Rp16 ribu.

5. Erla Neo Hydrocort: Krim kombinasi kortikosteroid dan antibiotik neomycin untuk kulit yang disertai infeksi bakteri, dijual dalam tube 5 gram seharga Rp6 ribu hingga Rp13 ribu.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
daffa-raihan-maulana
Author