Atasi Minder Masuk Komunitas Olahraga dengan Efek Strava

Share

Rasa minder kerap membayangi seseorang saat hendak bergabung ke komunitas olahraga baru. Perasaan belum mahir sering kali membuat niat berinteraksi sosial menjadi surut.

Kondisi tersebut umum dialami oleh kalangan yang baru mulai berolahraga, terutama para remaja. Hal ini disampaikan oleh Psikolog Olahraga Dian Wisnuwardhani, dilansir dari Detik Health.

Menurut Dian, penelitian di Amerika Serikat mencatat adanya fenomena bernama Efek Strava. Platform sosial tersebut mampu meningkatkan identitas sosial serta kualitas relasi penggunanya dengan orang lain.

Aktivitas di platform tersebut membentuk pembentukan citra diri positif. Dampak lanjutan dari dorongan sosial ini memicu seseorang untuk berolahraga secara lebih rutin.

Guna mengikis rasa malu, Dian menyarankan untuk memilih jenis cabang yang sudah cukup dikuasai. Penyesuaian pilihan olahraga dengan kebutuhan pribadi menjadi langkah krusial.

"Kita harus cari olahraga yang tepat sama kebutuhan kita sendiri. Lari nggak ok nih, tapi kalau bulutangkis ok banget. Kalau bulutangkis kan mainnya berdua, kalau lari kan pace-nya gimana, udah pusing sama efek dari komentar yang ada di media sosial," kata Dian.

Dian menilai remaja cenderung rentan mengalami gejolak emosi saat membandingkan pencapaian fisik di media sosial. Hambatan psikologis seperti malu mengunggah hasil latihan kerap muncul akibat perbandingan tersebut.

"Kalau remaja itu biasanya langsung labil, langsung 'duh gue kalah nih'. Hari ini dia udah 10 km, gue baru 3 km, mau posting malu. Memang kita perlu tahu olahraga apa yang bikin kita punya semangat dan meningkatkan hormon endorfin," kata Dian.

Fokus utama aktivitas fisik sebaiknya ditujukan pada pengembangan diri sendiri serta pencapaian kebahagiaan. Olahraga hendaknya tidak dijadikan sarana untuk membandingkan kapasitas diri dengan orang lain.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
annisa-nur-fadhilah
Author