Aspermigas Soroti Dampak Pemangkasan Harga LNG Terhadap Lelang Blok Migas
Asosiasi Perusahaan Minyak dan Gas Nasional (Aspermigas) menyatakan bahwa keputusan pemerintah memotong harga gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) sektor industri dapat memengaruhi lelang 75 blok migas hingga 2027, Senin (6/7/2026).
Kebijakan penurun harga LNG dari US$20—US$23 per MMBtu menjadi US$13/MMBtu tersebut diambil pemerintah pekan lalu guna mencegah pemutusan hubungan kerja massal (PHK), dilansir dari Bloomberg Technoz. Ketua Komite Investasi dan Kerjasama Aspermigas Moshe Rizal menilai ketidaksesuaian harga dengan pasar global memicu ketidakpastian investasi hulu migas.
"Harga tidak sesuai market. Ini kan membuat ketidakpastian dalam ekosistem investasi hulu migas. Apalagi Indonesia ada banyak blok yang mau dilelang sampai 2027," ungkap Moshe Rizal, Ketua Komite Investasi dan Kerjasama Aspermigas.
Hingga saat ini, Indonesia dinilai belum mampu melaksanakan eksplorasi secara masif dan mandiri guna mendongkrak kapasitas gas serta minyak bumi. Hal tersebut membuat Indonesia memerlukan ekosistem investasi yang konsisten untuk menjaga kepercayaan investor.
"Indonesia masih butuh investor untuk eksplorasi. Kalau harga [gas] ditentukan sepihak, tentu akan jadi pertimbangan calon investor yang mungkin berminat [eksplorasi]," tambahnya.
Sektor hulu migas digolongkan sebagai industri padat modal yang membutuhkan proses panjang serta biaya besar di setiap tahapannya. Menurut Moshe, tahapan tersebut memerlukan persiapan matang sejak awal.
"Mulai dari lelang, kontrak, commisioning sampai produksi itu panjang dan tidak murah," ungkapnya.
Di sisi lain, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjadwalkan penawaran 75 wilayah kerja (WK) migas potensial secara serempak sampai 2027 demi mengejar target lifting minyak 900.000 barel per hari pada 2029. Namun, data Ditjen Migas menunjukkan lelang masih akan berlangsung bertahap selama dua tahun ke depan.
"Kalau dibuat bertahap seperti itu, ya ini target untuk peningkatan lifting tidak akan tercapai. Jadi ya kita memiliki wilayah yang akan kita tawarkan, [ada] 75 [wilayah kerja/WK]. Seperti di toko, jadi kita pajangkan saja semua," ujarnya Yuliot Tanjung, Wakil Menteri ESDM.
Pada tahun 2026, Kementerian ESDM melelang 13 WK yang terdiri dari dua wilayah melalui tender penawaran langsung dan 11 wilayah lewat lelang reguler. Pengumuman resmi putaran pertama lelang tersebut telah disampaikan dalam ajang IPA Convex 2026.
"Sebagai perwakilan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mengumumkan secara resmi Putaran Lelang Minyak Bumi Indonesia 2026 yang pertama, dengan total 13 area kerja yang ditawarkan melalui penawaran langsung dan tender," ujar Laode Sulaeman, Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM.