AS Uji Loyalitas Anggota NATO dengan Kebijakan Luar Negeri Trump
Amerika Serikat menguji loyalitas anggota NATO dengan mengaitkan dukungan militer pada tingkat keselarasan kebijakan luar negeri Presiden Donald Trump, sebagaimana terungkap dalam dokumen resmi yang dikirim ke anggota aliansi tersebut pada Agustus 2026. Dokumen tersebut memuat serangkaian pertanyaan terkait dukungan terbuka terhadap kebijakan luar negeri AS, khususnya di Timur Tengah dan Belahan Bumi Barat, serta pembatasan yang diterapkan atas penggunaan pangkalan militer AS di wilayah negara sekutu. Washington juga menanyakan apakah negara anggota NATO mengalokasikan dana untuk kontraktor pertahanan AS dan apakah mereka menentang peraturan yang menghambat kontrak bisnis dengan perusahaan Amerika, sebagai bagian dari evaluasi untuk menentukan distribusi kemampuan militer AS di Eropa.
Langkah ini muncul di tengah ketegangan yang meningkat antara AS dan sekutu Eropa, setelah Presiden Trump berulang kali menuding anggota NATO bergantung pada perlindungan AS tanpa kontribusi pertahanan yang sepadan.
"Washington telah mengirim dokumen berisi pertanyaan teknis kepada negara anggota NATO," kata laporan Bloomberg yang meninjau salinan dokumen tersebut. Pertanyaan dalam dokumen juga menilai apakah negara sekutu menunjukkan kesepakatan dengan pendekatan AS yang "kuat, jelas, dan bijaksana," frase yang digunakan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth.
Seorang pejabat NATO mengonfirmasi bahwa AS sedang berkoordinasi dengan sekutu dalam peninjauan kehadiran militer di Eropa, yang diperkirakan selesai pada Desember 2026. "Dokumen-dokumen awal dikirim ke berbagai negara anggota dari Washington sebelum diteruskan ke markas NATO di Brussels," ujar pejabat tersebut.
Selain itu, AS juga menerapkan tekanan militer dan ekonomi terhadap Iran menjelang tenggat perpanjangan gencatan senjata pada 17 Agustus 2026, hasil mediasi yang dimediasi Pakistan sejak April lalu. "Kedua belah pihak telah menyampaikan persetujuan mereka kepada pihak penengah untuk memperpanjang tenggat waktu tersebut," kata seorang sumber yang mengetahui proses mediasi tersebut. Perundingan sempat terhenti karena perbedaan pandangan terkait jaminan keamanan dan kebebasan navigasi di Selat Hormuz, jalur vital perdagangan energi dunia.
Escalasi militer antara AS dan Iran memuncak pada Juli 2026, dengan serangan militer AS di wilayah Iran dan balasan serangan Teheran di beberapa negara Arab sekutu AS.
Di sisi lain, kecelakaan helikopter tempur Apache AH-64E milik Angkatan Darat AS menewaskan dua pilot, meski tidak menimbulkan korban sipil atau kerusakan bangunan.