AS Restui Arab Saudi Kembangkan Program Nuklir Sipil 30 Tahun

Share

Pemerintah Amerika Serikat menyetujui perjanjian kerja sama nuklir sipil dengan Arab Saudi pada Rabu (22/7/2026) waktu setempat. Kesepakatan bernilai puluhan miliar dolar ini berlaku selama 30 tahun dan membuka jalan bagi Riyadh untuk mengembangkan program energi nuklir. Perjanjian tersebut memberikan peran utama kepada perusahaan-perusahaan Amerika Serikat dalam pembangunan reaktor listrik dan infrastruktur nuklir di Arab Saudi.

Langkah ini sekaligus membatasi keterlibatan negara pesaing seperti Rusia dan China di kawasan tersebut. Salah satu poin utama dalam kesepakatan adalah peluang pembangunan fasilitas pengayaan uranium oleh perusahaan Amerika jika studi bersama selama dua tahun menyatakan layak secara teknis dan ekonomi. Fasilitas tersebut rencananya dibangun menggunakan sistem "black box" guna mencegah pengalihan teknologi ke kepentingan militer.

Apabila AS menolak proyek pengayaan uranium setelah studi selesai, Arab Saudi dilarang melakukan pengayaan secara mandiri atau bekerja sama dengan negara lain selama 10 tahun. Namun, kesepakatan ini tidak mewajibkan Riyadh menerapkan Protokol Tambahan dari Badan Energi Atom Internasional (IAEA) yang memberikan hak inspeksi lebih luas.

Rencana kerja sama ini memicu penolakan dari sejumlah anggota parlemen AS dan pejabat Israel yang khawatir program tersebut dapat dialihkan untuk senjata nuklir. Pakar pengendalian senjata juga memperingatkan potensi perlombaan senjata nuklir di Timur Tengah. Pemerintah AS dijadwalkan segera mengajukan draf perjanjian ini ke Kongres AS untuk ditinjau, meski persetujuan lembaga legislatif tersebut tidak diperlukan agar kesepakatan dapat resmi diberlakukan.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author