AS Kerahkan Kapal Induk USS George Washington ke Timur Tengah
Angkatan Laut Amerika Serikat menggerakkan kapal induk USS George Washington menuju perairan Timur Tengah pada Jumat (14/8/2026). Pengiriman armada basis Pasifik tersebut bertujuan untuk menggantikan kapal induk USS Abraham Lincoln yang telah merampungkan masa pengerahan panjang di kawasan itu, sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Langkah rotasi armada dilakukan untuk menjaga stabilitas kekuatan militer AS di kawasan tersebut. Langkah ini sekaligus memberikan waktu istirahat bagi awak USS Abraham Lincoln yang menghadapi tantangan pasokan serta kesehatan mental pasca-beroperasi lebih dari 250 hari tanpa henti.
Sebelumnya, USS George Washington bertolak dari pelabuhan Da Nang, Vietnam, dengan pengawalan kapal penjelajah dan kapal perusak. Kapal tempur utama ini terdeteksi berlayar melintasi Selat Singapura sebelum akhirnya memasuki perairan Selat Malaka yang menghubungkan Samudra Pasifik menuju Samudra Hindia.
Pengantian ini menempatkan USS George Washington pada jalur strategis menuju Timur Tengah, sebagaimana dilaporkan Wall Street Journal. Kehadiran USS Abraham Lincoln sendiri sebelumnya berfokus pada pengawalan kawasan di tengah eskalasi konflik serta pemberlakuan blokade laut terhadap pelabuhan Iran di Selat Hormuz.
USS Abraham Lincoln telah beroperasi di kawasan tersebut sejak Januari setelah berlayar dari San Diego pada 21 November tahun lalu. Pengerahan kapal tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung serangkaian operasi militer AS bersama Israel sejak akhir Februari.
"lingkungan yang sangat diperebutkan, di mana pusat-pusat pasokan tradisional di Timur Tengah terganggu oleh aksi pertempuran" puji pihak Angkatan Laut AS.
Kondisi pertempuran yang intensif tersebut sempat memicu kendala logistik dan kekurangan pasokan bagi para prajurit di atas kapal induk. Namun, otoritas militer memastikan bahwa kebutuhan dasar prajurit telah terpenuhi kembali.
"pilihan makanan sehat" jelas pihak Angkatan Laut AS mengenai ketersediaan air bersih dan logistik prajurit saat ini.