AS dan Iran Sepakat Hentikan Serangan dan Bersiap Rundung di Qatar

Share

Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran mulai mereda setelah kedua negara sepakat untuk menghentikan aksi saling serang pasca-eskalasi yang terjadi pada akhir pekan.

Dilansir dari Detikcom, Washington dan Teheran kini tengah mengagendakan dialog terbaru di Doha, Qatar, guna meredakan perselisihan terkait jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Perselisihan tersebut memanas akibat perbedaan penafsiran kesepahaman pemutusan perang, terutama mengenai aturan pelayaran di jalur energi global tersebut.

Langkah penhentian operasi militer ini dikonfirmasi oleh seorang pejabat senior AS yang menyebutkan bahwa pihak Washington telah memilih opsi untuk menyudahi serangan terhadap Teheran.

Di sisi lain, situasi di Selat Hormuz sempat menegang setelah Iran mengeluarkan peringatan keras bagi kapal-kapal asing agar tidak keluar dari rute pelayaran resmi mereka.

Protes ini dipicu oleh kebijakan Oman yang membuka jalur alternatif bersama Organisasi Maritim Internasional (IMO) menyusuri pantai mereka, menjauh dari perairan Iran.

Selain perkembangan di Timur Tengah, situasi global juga diwarnai kabar duka dari Venezuela, di mana jumlah korban tewas akibat gempa kembar pekan lalu melonjak drastis.

Otoritas setempat melaporkan jumlah korban meninggal dunia telah menembus angka 1.450 orang, sementara lebih dari 3.000 warga lainnya mengalami luka-luka.

"Jumlah korban tewas telah mencapai 1.450 orang," kata Presiden Majelis Nasional Venezuela, Jorge Rodriguez, dalam konferensi pers.

Sementara itu, benua Eropa tengah berjuang menghadapi krisis iklim menyusul laporan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terkait dampak gelombang panas ekstrem.

WHO mencatat ada lebih dari 1.300 kematian berlebih di Eropa sejak pekan lalu, dengan Prancis melaporkan sekitar 1.000 kasus kematian tambahan di luar proyeksi normal.

Dari panggung politik Amerika Serikat, mantan Presiden Joe Biden melontarkan kritik tajam terhadap suksesornya di Gedung Putih, Donald Trump.

Dalam acara penggalangan dana internal Partai Demokrat di Maryland, Biden secara terbuka menyebut Trump sebagai sosok pemimpin yang korup, narsis, serta tidak kompeten.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author