AS dan Arab Saudi Serang Milisi Pro-Iran di Irak
Pesawat tempur Amerika Serikat dan Arab Saudi melancarkan serangan udara gabungan terhadap milisi pro-Iran di Irak pada Selasa (28/7), sebagaimana dilansir dari Detikcom. Langkah militer ini diambil sebagai bentuk pembalasan atas serangan pesawat nirawak yang menargetkan pasukan AS serta fasilitas minyak Saudi.
Komando Pusat AS (CENTCOM) mengonfirmasi bahwa operasi tersebut menyasar kelompok teroris sekutu Iran yang berada di bawah perintah Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Serangan gabungan ini diluncurkan setelah pasukan Saudi berhasil mencegat sejumlah drone yang mengincar fasilitas energi di wilayah timur kerajaan.
"IRGC dan proksi-proksi terorisnya harus menghentikan serangan ini untuk menghindari respons militer AS lebih lanjut," kata CENTCOM dalam sebuah pernyataan.
Kementerian Pertahanan Arab Saudi menegaskan keterlibatannya dalam operasi udara tersebut. Pihak Saudi menyatakan bahwa bombardir udara itu berhasil mengenai sejumlah target milik milisi di wilayah Irak yang bertanggung jawab atas ancaman terhadap infrastruktur minyak kerajaan.
Sebelumnya, pemerintah Riyadh telah mendesak Baghdad agar mencegah pemanfaatan wilayah Irak sebagai basis serangan, yang kemudian direspons pemerintah Irak dengan membuka penyelidikan resmi. Di sisi lain, CENTCOM mencatat Iran sempat melepaskan beberapa rudal balistik ke arah markas pasukan AS pada pukul 17.45 waktu setempat.
"Pada pukul 17.45 waktu setempat hari ini, pasukan Korps Garda Revolusi Islam meluncurkan sejumlah rudal balistik dari Iran dalam upaya serangan mendadak terhadap pasukan AS yang berpangkalan di Timur Tengah," kata CENTCOM.
Meskipun Iran melancarkan tembakan rudal balistik pasca-kesepakatan jeda serangan antar kedua pihak, militer AS memastikan seluruh amunisi berhasil dideteksi dan dicegat tanpa menimbulkan kerusakan berarti.