Arsenal Berpeluang Cetak Sejarah Baru di Final Liga Champions
Musim 2025/2026 menjadi salah satu momen terbaik bagi Arsenal dalam sejarah sepak bola modern. Seperti dikutip dari Bola, klub London ini berpeluang besar mengukir pencapaian yang jauh lebih masif di panggung Eropa.
Setelah menyudahi penantian selama 22 tahun untuk menjuarai Premier League, skuad asuhan Mikel Arteta kini menatap trofi Liga Champions pertama mereka. Langkah ke partai puncak dipastikan setelah mendepak Atletico Madrid dengan agregat 2-1 di semifinal.
Sektor pertahanan yang solid menjadi tumpuan utama The Gunners sepanjang periode ini. Walau menyandang status sebagai raksasa Inggris, Arsenal punya rekam jejak kurang beruntung dalam kompetisi tertinggi antarklub Eropa tersebut.
Hingga sekarang, Arsenal tercatat belum pernah memenangi Liga Champions ataupun Piala Champions Eropa. Satu-satunya pengalaman mereka di laga final terjadi pada tahun 2006 silam di Stade de France saat bersua Barcelona.
Kala itu, tim yang dipimpin Arsene Wenger harus bermain dengan 10 orang sejak menit ke-18 akibat kartu merah Jens Lehmann. Kiper asal Jerman tersebut diusir wasit setelah dinilai menjatuhkan Samuel Eto'o.
Keputusan sang pengadil lapangan hijau itu sempat memicu perdebatan panjang di kalangan suporter. Banyak pihak menganggap wasit semestinya menerapkan keunggulan permainan karena bola bergulir ke arah Ludovic Giuly yang mencetak gol.
Kendati kekurangan jumlah pemain, Arsenal sempat memimpin kedudukan 1-0 hingga turun minum lewat gol sundulan Sol Campbell. Namun, sejumlah peluang emas yang didapat setelahnya, termasuk dari penyerang Thierry Henry, gagal berbuah gol tambahan.
Kondisi berbalik ketika pelatih Barcelona, Frank Rijkaard, memainkan Henrik Larsson pada babak kedua. Larsson menjadi aktor penting dengan menyumbang dua umpan matang bagi gol Samuel Eto'o dan gol penentu dari Juliano Belletti.
Kekalahan 1-2 di Paris tersebut mengubur impian besar publik London utara untuk menggenggam trofi si Kuping Besar untuk kali pertama.
Catatan Statistik Arsenal di Kompetisi Eropa
Sepanjang partisipasinya pada ajang Piala Champions dan Liga Champions, klub ini telah mengarungi 24 musim kompetisi. Arsenal membukukan 239 pertandingan dengan 126 kemenangan, 50 hasil imbang, serta 63 kekalahan.
Dari rentetan laga tersebut, mereka memproduksi 411 gol dan kebobolan sebanyak 242 kali, dengan rasio kemenangan mencapai 52,7 persen. Menjadi runner-up pada musim 2005/2006 tetap menjadi pencapaian tertinggi mereka sejauh ini.
Selain itu, The Gunners juga sempat menembus babak semifinal pada musim 2008/2009 serta 2024/2025, sebelum akhirnya kembali mencapai final pada musim 2025/2026.
Misi Menghapus Trauma Masa Lalu
Menjelang laga puncak musim ini, Arsenal mengantongi modal kepercayaan diri yang sangat tinggi. Armada Mikel Arteta belum tersentuh kekalahan di Liga Champions dengan torehan 11 kemenangan dan tiga kali imbang dari 14 laga.
Jika sanggup menumbangkan Paris Saint-Germain di final, Arsenal tidak sekadar meraih trofi perdana dalam sejarah klub. Mereka juga akan mencatatkan musim paling sukses lewat torehan dua gelar bergengsi secara sekaligus.
Bagi Mikel Arteta dan seluruh pendukung, pertandingan menghadapi PSG bukan sekadar perebutan gelar juara. Momen ini menjadi kesempatan besar untuk menyembuhkan luka lama dari tahun 2006 dan mengakhiri penantian panjang menuju takhta tertinggi Eropa.