Arkeolog Temukan Tujuh Makam Misterius di Biara Pedralbes

Share

Para arkeolog menemukan kejutan besar saat melakukan penggalian formal di area makam Ratu Elisenda dari Aragon di Biara Kerajaan Santa Maria dari Pedralbes. Lokasi yang didirikan pada tahun 1327 ini juga menjadi tempat peristirahatan terakhir sang ratu.

Penggalian dilakukan untuk memperingati ulang tahun biara yang ke-700, seperti dilansir dari Detik iNET. Namun, proses ekskavasi justru membuka tabir keberadaan tujuh makam lain yang memicu tanda tanya besar bagi para peneliti.

Makam utama mengonfirmasi keberadaan sisa kerangka Elisenda dari Montcada yang ditempatkan dalam kotak kayu abad pertengahan dengan hiasan sutra serta pernak-pernik. Informasi ini berdasarkan pernyataan resmi yang diterjemahkan dari Institut Kebudayaan Barcelona.

Pihak institut menjelaskan bahwa Elisenda merupakan ratu yang sangat religius. Dirinya memutuskan pindah ke istana kecil di sebelah biara setelah suaminya, James II dari Aragon, meninggal dunia.

Biara tersebut dikelola oleh kelompok biarawati Katolik bernama Poor Clares, tetapi Elisenda tetap memegang pengaruh besar atas komunitas tersebut. Sang ratu tercatat mengeluarkan empat peraturan dan mengatur pembagian sebagian besar harta warisannya.

Hubungan dekat tersebut tercermin dari kondisi makamnya. Bukti arkeologis memperlihatkan bahwa Ratu Elisenda dimakamkan dengan pakaian yang sangat sederhana.

"Mungkin terkait dengan gaya hidup monastik," menurut pernyataan tersebut.

Hasil analisis lebih lanjut memperlihatkan bahwa Elisenda mengembuskan napas terakhir pada usia sekitar 70 tahun. Dirinya diduga mengidap berbagai penyakit tulang semasa hidupnya.

Kejutan sesungguhnya muncul ketika tim peneliti membuka tujuh makam lain di sekitar lokasi tersebut. Satu makam yang awalnya diduga milik ksatria Aragon bernama Artau de Foces ternyata berisi jasad tiga bayi dan dua wanita muda.

Makam lain yang dikaitkan dengan keponakan Elisenda juga menyimpan tulang-belulang dari minimal sembilan individu berbeda. Tim peneliti bahkan tidak mendeteksi adanya tanda-tanda keberadaan kerangka laki-laki di dalam makam ksatria Artau de Foces.

"Ini adalah lompatan kualitatif, karena sampai sekarang kita hanya dapat mempelajarinya melalui bukti yang tersisa, seperti bangunan bersejarah ini, makam sang ratu sendiri, atau lambang kebangsawanan," kata Anna Castellano, kepala kurator biara, kepada Catalan News.

Sementara itu, makam yang diyakini milik Francesca Saportella, keponakan Elisenda, memuat sisa jasad dari sembilan individu berbeda dari lini masa yang tak sama. Di dalamnya ditemukan empat kerangka laki-laki dengan luka tusuk dan torso mumi dari seorang wanita hamil.

Hasil pengujian memastikan bahwa tidak ada satu pun dari jasad tersebut yang merupakan Francesca Saportella.

"Ini adalah kesempatan untuk mempelajari karakteristik fisik orang-orang ini dan juga segala sesuatu yang berkaitan dengan upacara pemakaman dan sistem penguburan di komunitas-komunitas seperti ini," ujar Josep Maria Vila, salah satu direktur proyek, kepada APD.

Rangkaian temuan tak terduga ini menjadi awal dari riset mendalam yang dijadwalkan terus berjalan hingga minimal tahun 2027. Selain mengamankan artefak, tim ahli telah mengumpulkan lebih dari 200 sampel arkeobotani serta jejak DNA dari Elisenda dan individu lainnya.

"Tujuh ratus tahun setelah berdirinya biara, banyak pertanyaan yang masih belum terjawab," pernyataan tersebut menyimpulkan.

"Tantangan untuk tahun mendatang adalah mengubah temuan awal ini menjadi pembacaan sejarah yang lengkap yang memungkinkan kita untuk lebih memahami tidak hanya siapa orang-orang ini, tetapi juga bagaimana mereka hidup, bagaimana mereka meninggal, dan bagaimana mereka dikenang," tandas mereka.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author