Argentina Tekuk Inggris 2-1 Lewat Dua Gol Telat di Semifinal Piala Dunia
Harapan Inggris untuk melaju ke babak final Piala Dunia harus kandas secara dramatis di Atlanta. Seperti dilansir dari Detikcom, Argentina berhasil membalikkan keadaan lewat dua gol pada menit-menit akhir babak kedua untuk mengunci kemenangan. Skuad asuhan Thomas Tuchel sebenarnya sempat memimpin lebih dulu pada menit ke-55 melalui gol yang dicetak oleh Anthony Gordon.
Namun, Argentina menunjukkan momentum kebangkitan yang luar biasa menjelang laga usai.
Enzo Fernandez menyamakan kedudukan lewat gol spektakuler dari jarak sekitar 25 yard saat pertandingan menyisakan lima menit. Memasuki masa injury time, Lautaro Martinez memastikan kemenangan Argentina lewat sundulan kepala setelah memanfaatkan umpan silang Lionel Messi.
Kekalahan ini membuat penantian panjang Inggris untuk merengkuh trofi juara dunia kembali berlanjut. Inggris kini dijadwalkan menghadapi Prancis dalam laga perebutan tempat ketiga.
Sementara itu, Argentina akan bersiap mempertahankan gelar juara mereka melawan Spanyol pada Senin (20/07) dini hari. Pertandingan semifinal ini berlangsung dengan tensi yang sangat tinggi sejak sepak mula dilakukan. Atmosfer panas di dalam Stadion Atlanta ditandai dengan terjadinya 19 pelanggaran sepanjang babak pertama.
Ismail Elfath, wasit asal Amerika Serikat yang memimpin laga, terlihat harus bekerja ekstra keras untuk mengendalikan jalannya permainan.
Argentina sempat mengancam lebih dulu melalui tembakan jarak jauh Enzo Fernandez yang melebar tipis dari gawang. Kendati demikian, Inggris justru mampu memecah kebuntuan terlebih dahulu pada babak kedua. Morgan Rogers mengirimkan umpan silang akurat dari sektor kanan yang berhasil disambar Anthony Gordon di tiang jauh.
Gempuran Argentina dan Runtuhnya Pertahanan Inggris
Gol dari Gordon langsung memicu reaksi menyerang yang agresif dari kubu Argentina.
Kiper Inggris, Jordan Pickford, sempat melakukan penyelamatan refleks yang gemilang untuk menepis sundulan Nico Gonzalez. Tekanan bertubi-tubi terus dilancarkan Argentina hingga sundulan Alexis Mac Allister sempat membentur tiang gawang Inggris.
Pertahanan ketat Inggris akhirnya jebol lima menit sebelum waktu normal berakhir melalui sepakan keras Fernandez. Tuchel sebenarnya telah mencoba memperkuat lini pertahanan dengan menumpuk empat bek tengah dan memasukkan Dan Burn.
Ezri Konsa juga dimasukkan untuk menggantikan Gordon sekitar 18 menit sebelum laga usai guna mempertahankan keunggulan. Namun, taktik defensif tersebut justru membuat Inggris terus terkurung di area pertahanan mereka sendiri. Gempuran tiada henti Argentina akhirnya membuahkan hasil manis pada menit ke-92 melalui gol sundulan Martinez.
Sihir Lionel Messi di Menit Akhir
Meskipun baru memberikan dampak besar pada fase akhir laga, Lionel Messi kembali terbukti menjadi sosok inspirator bagi Argentina.
Pemain berusia 39 tahun tersebut berperan penting dalam memotori kebangkitan timnya di saat-saat kritis. Messi merancang gol penyama kedudukan yang dicetak Fernandez sebelum melepaskan umpan silang kaki kanan yang dikonversi menjadi gol kemenangan oleh Martinez. Perubahan performa Argentina terjadi setelah mereka meninggalkan pendekatan keras yang sempat ditunjukkan pada babak pertama.
Kini, Messi berkesempatan menambah koleksi trofi Piala Dunia miliknya di partai final mendatang.
Pada laga puncak nanti, Argentina akan ditantang oleh Spanyol yang diperkuat oleh pemain muda berbakat, Lamine Yamal.