Argentina Tekuk Inggris 2-1 di Semifinal Piala Dunia 2026
Tim nasional Argentina berhasil menembus babak final Piala Dunia 2026 setelah menumbangkan Inggris dengan skor 2-1 di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, Amerika Serikat, pada Kamis, 16 Juli 2026 dini hari WIB.
Kemenangan comeback skuad Albiceleste dipastikan melalui sepasang assist Lionel Messi yang berbuah gol dari Enzo Fernandez dan Lisandro Martinez, setelah sebelumnya Inggris sempat memimpin lewat gol Anthony Gordon pascaturun minum.
Hasil positif ini mengantarkan Argentina ke partai puncak untuk menghadapi Spanyol, sekaligus membuka peluang bagi mereka guna mempertahankan gelar juara dunia berturut-turut seperti yang pernah dicapai Brasil pada 1958 dan 1962.
Tambahan performa gemilang ini juga memantapkan posisi Lionel Messi di puncak daftar top skor turnamen dengan raihan delapan gol dan empat assist, hanya membuntuti Michael Olise yang mengoleksi lima assist.
Penyerang Inggris, Anthony Gordon, menyampaikan kekagumannya terhadap performa megabintang berusia 39 tahun tersebut meski dirinya merasakan kekecewaan mendalam akibat kegagalan negaranya.
"Aku sudah bertahun-tahun menonton Leo Messi membuat perbedaan untuk Barcelona. Hari ini, aku akhirnya menyadari bahwa dia bahkan lebih baik dari yang kubayangkan," kata Anthony Gordon, pesepakbola berusia 25 tahun itu.
Pemain baru Barcelona itu juga menambahkan rasa simpatinya kepada Messi di tengah kesedihan skuad The Three Lions.
"Aku sangat hancur karena Inggris tersingkir. Namun, setidaknya jika Messi juara Piala Dunia, trofi itu akan dimiliki oleh seseorang yang mencintai Barcelona sepenuh hati," Anthony Gordon menambahkan dikutip Truescorenet.
Di sisi lain, jalannya pertandingan yang berlangsung keras memicu gelombang kritik dari pengamat sepak bola di Italia lantaran kepemimpinan wasit asal Amerika Serikat, Ismail Elfath, dinilai terlalu longgar.
Insiden bermula ketika gelandang Argentina, Leandro Paredes, terlihat menyikut kepala Elliot Anderson pada awal laga, namun wasit hanya menyatakan pelanggaran biasa tanpa mengeluarkan kartu.
Legenda Italia yang pernah membela Juventus dan Inter Milan, Marco Tardelli, mengecam keras jalannya pertandingan babak pertama yang penuh ketegangan tersebut melalui siaran di studio Rai 1.
"Pertandingan yang baru dimulai dan Paredes sudah melakukan pelanggaran berat tanpa alasan. Memalukan. Lalu Inggris juga, ya…
Bukan sepakbola. Hanya pelanggaran!" kata Marco Tardelli dilansir dari Corriere dello Sport.
Mantan pemain nasional Italia itu juga mempertanyakan keputusan penunjukan perangkat pertandingan yang bertugas.
"Wasit itu tidak melakukan apa pun. Sungguh luar biasa, saya ingin tahu siapa yang menempatkannya di sana. Apa hubungannya wasit Amerika dengan pertandingan ini? Dia tidak becus," sambung Marco Tardelli.
Kritik serupa turut dilontarkan oleh legenda AS Roma, Paulo Roberto Falcao, yang menilai tindakan pemain Argentina tersebut sudah menjurus pada unsur kekerasan fisik di lapangan hijau.
"Pada satu điểm seseorang melayangkan pukulan dan wasit bahkan tidak memberikan kartu merah. Sungguh mengejutkan!" kata Paulo Roberto Falcao.
Falcao menegaskan bahwa tindakan pemukulan di dalam pertandingan semacam ini seharusnya langsung diganjar hukuman pengusiran oleh sang pengadil.
"Ini adalah penyerangan, bukan pelanggaran biasa. Pukulan itu pantas mendapatkan kartu merah, pukulan yang sangat keras. Saya belum pernah melihat hal seperti ini di sepakbola. Jika terus seperti ini, pasti tidak akan berakhir sebelas lawan sebelas," tegas Paulo Roberto Falcao.