Arema FC Tekuk PSIM Yogyakarta Tiga Suku Satu di Kanjuruhan
PSIM Yogyakarta menelan kekalahan 1-3 dari Arema FC dalam pertandingan pekan ke-34 kompetisi sepak bola nasional di Stadion Kanjuruhan pada Jumat sore, 22 Mei 2026, seperti dilansir dari Bola.
Hasil minus pada laga pamungkas ini membuat Laskar Mataram gagal menembus posisi 10 besar dan harus puas finis di peringkat ke-11 dengan torehan 45 poin.
Sebaliknya, Arema FC sukses mengakhiri kompetisi di urutan ke-9 setelah mengumpulkan total 48 poin berkat tambahan tiga angka dari kemenangan tersebut.
Tuan rumah membuka keunggulan lewat gol cepat Joe Vinicius pada menit ke-3, yang kemudian digandakan oleh Dalberto Luan saat babak kedua baru berjalan empat menit.
Penyerang PSIM Deri Corfe sempat memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1 melalui golnya di menit ke-53, sebelum Valdeci Moreira mengunci kemenangan Arema lewat gol pada menit ke-90.
Pelatih PSIM Jean-Paul van Gastel menyatakan bahwa kelengahan anak asuhnya pada paruh pertama pertandingan menjadi penyebab utama skuadnya mengalami kesulitan berkembang.
"Sebagian besar pemain saya di babak pertama tidak benar-benar fokus ke dalam pertandingan. Akibatnya setelah empat menit berjalan kami kebobolan gol karena kesalahan pribadi," ujar Van Gastel.
Arsitek tim asal Belanda itu kemudian mencoba melakukan perubahan strategi permainan setelah turun minum untuk mengejar ketertinggalan.
"Itu awal yang sulit terutama bermain tandang melawan Arema yang merupakan lawan kuat secara fisik. Setelah jeda babak pertama kami mengubah formasi dan kami memulai dengan baik. Namun, lagi-lagi kami kebobolan gol yang terhitung cukup awal," sambung Van Gastel.
Van Gastel menambahkan bahwa timnya terpaksa mengambil risiko besar demi mengejar ketertinggalan skor setelah berhasil mencetak satu gol balasan.
"Namun, kami tetap terus bermain jauh lebih baik daripada babak pertama dan berhasil membawa diri kami kembali ke dalam permainan," kata Van Gastel.
Keputusan bermain lebih menyerang demi menyamakan kedudukan justru membuat lini pertahanan Laskar Mataram menyisakan celah yang mampu dimanfaatkan oleh lawan.
"Skor menjadi 2-1 dan kemudian Anda harus mengambil banyak risiko, akhirnya kami kebobolan gol 3-1 melalui gol indah. Dan begitulah. Jadi, selamat untuk Arema," lanjut Van Gastel.
Kekecewaan serupa juga diungkapkan oleh Deri Corfe yang menilai performa buruk pada awal laga membuat peluang timnya untuk memenangkan pertandingan menjadi sangat tipis.
"Pertandingan dimulai dengan awal yang sulit. Secara keseluruhan kami tidak memulai dengan cara yang terbaik dan Anda tidak memberi diri Anda peluang terbaik untuk memenangkan pertandingan jika memulai seperti ini," ucap Corfe.
Pemain depan asal Inggris tersebut merasa penampilan timnya baru membaik setelah instruksi taktik babak kedua berjalan.
"Tapi saya pikir di babak kedua kami bermain seperti cara kami biasanya bermain, seperti memberikan performa yang lebih baik."
Kendati demikian, tiga gol yang bersarang di gawang PSIM diakui Corfe telah meruntuhkan momentum kebangkitan timnya di sisa waktu pertandingan.
"Kemudian, ya, sayangnya begitu Anda kebobolan tiga gol, sangat sulit untuk memenangkan pertandingan. Tapi saya pikir kami sudah mencoba sampai akhir, hanya itu yang bisa diupayakan," tutup Corfe.