AQUA dan The Asian Parents Edukasi Hidrasi Sehat Keluarga
AQUA berkolaborasi dengan The Asian Parents menyelenggarakan program edukasi kesehatan keluarga bertajuk 'AQUA Goes to Hospital: Langkah Sehat Keluarga Adem'. Program edukasi ini dijadwalkan berlangsung di sejumlah rumah sakit besar di wilayah Jakarta dan sekitarnya dari bulan April sampai Desember 2026.
Rangkaian kegiatan tersebut, seperti dilansir dari Detik Health, telah sukses dimulai di RS Mitra Keluarga Bintaro. Mengusung tema 'Langkah Kecil, Dampak Besar: Tips Pilih Hidrasi Terbaik untuk Keluarga', acara ini diisi dengan sesi edukasi bersama para ahli, aktivitas interaktif, serta diskusi interaktif mengenai pemilihan air minum yang aman.
"Seri edukasi ini lahir dari kesamaan komitmen antara AQUA, The Asian Parents, dan RS Mitra Keluarga Bintaro untuk mendukung para ibu dalam menentukan pilihan terbaik bagi keluarga, termasuk dalam memilih air minum yang berkualitas untuk mendukung kebutuhan hidrasi sehat seluruh anggota keluarga termasuk anak-anak," ungkap Marketing Manager AQUA Fella Falencia, dalam keterangan tertulis, Selasa (26/5/2026).
Fella Falencia mengharapkan kolaborasi ini mampu mengoptimalkan perlindungan kesehatan keluarga melalui pemenuhan hidrasi yang bermutu tinggi.
"Memilih air minum yang aman dan berkualitas bukan hanya untuk hari ini, tetapi merupakan investasi kesehatan jangka panjang bagi seluruh anggota keluarga. Melalui program ini, AQUA menegaskan komitmennya untuk terus mengedukasi masyarakat Indonesia tentang pentingnya hidrasi sehat sekaligus menghadirkan produk air mineral berkualitas tidak hanya di rumah, tetapi juga di fasilitas kesehatan atau rumah sakit," tegas Fella.
Melalui kerja sama dengan tenaga medis dan komunitas, kebiasaan sederhana yang berdampak besar bagi kesehatan diharapkan dapat terwujud.
"Dengan menggandeng tenaga ahli dan komunitas, AQUA berharap dapat mendorong perubahan kebiasaan sederhana yang berdampak besar bagi kesehatan keluarga Indonesia," sambungnya.
Pada kesempatan yang sama, Dokter Spesialis Gizi Klinis RS Mitra Keluarga Bintaro dr Adelina Haryono, SpGK, AIFO-K, menjelaskan bahwa tingkat kesadaran masyarakat terkait kecukupan konsumsi air harian masih memerlukan peningkatan.
"Banyak yang merasa sudah cukup minum, padahal faktanya masih banyak masyarakat yang mengalami kekurangan cairan. Tercatat sekitar 1 dari 5 anak dan remaja serta 1 dari 4 orang dewasa masih belum cukup minum air," ujar dr Adelina.
Ia menambahkan bahwa tubuh manusia terdiri atas sekitar 50-60% air yang berfungsi krusial bagi organ tubuh, mulai dari pembentukan sel hingga menjaga keseimbangan cairan tubuh.
"Padahal, tubuh kita terdiri dari sekitar 50-60% air, yang berperan penting dalam hampir seluruh fungsi tubuh, mulai dari pembentukan sel hingga menjaga keseimbangan cairan. Kebutuhan cairan berbeda-beda, tetapi secara umum anak membutuhkan sekitar 1,2-1,5 liter per hari, sementara orang dewasa sekitar 1,8-2 liter per hari. Dan yang terpenting, jangan menunggu haus untuk minum," sambungnya.
Sementara itu, Nutrition Design & Hydration Science Research and Innovation AQUA dr Tria Rosemiarti, Dipl in Nutrition, MKK, menekankan bahwa tingkat keamanan air minum di Indonesia sangat dipengaruhi oleh kondisi sumber airnya.
"Masih banyak sumber air yang berisiko tercemar. Data dari Studi Kualitas Air Minum Rumah Tangga (SKAMRT) menunjukkan bahwa 7 dari 10 rumah tangga di Indonesia masih mengonsumsi air yang terkontaminasi E. coli, dan hanya sebagian kecil yang memiliki akses air minum aman. Merebus air memang bisa membunuh sebagian besar bakteri, namun hal ini tidak menghilangkan logam berat ataupun senyawa lain yang mungkin ada di dalam air, terlebih jika kualitas sumber airnya tidak terjaga kualitasnya," kata dr Tria.
dr Tria Rosemiarti juga mengingatkan risiko kesehatan yang mengancam tumbuh kembang anak akibat mengonsumsi air dari sumber yang tidak higienis.
"Hasil publikasi terbaru dari yang diterbitkan di International Journal, mengungkapkan bahwa anak yang rutin terpapar air minum yang tidak aman dan mengandung kontaminasi mikrobiologis air, khususnya oleh bakteri Escherichia coli, meningkatkan risiko stunting hingga 4,14 kali. Temuan ini mencakup data dari beberapa wilayah Indonesia, termasuk penelitian komprehensif di 13 provinsi dan studi lapangan di Deli Serdang, Sumatera Utara," jelas dr Tria.
Dampak buruk ini berisiko memicu gangguan penyerapan nutrisi yang memengaruhi pertumbuhan fisik serta kemampuan kognitif anak.
"Kondisi ini berpotensi berdampak pada gangguan penyerapan nutrisi dan tumbuh kembang yang juga berpengaruh pada tinggi badan, daya ingat, kemampuan bahasa, dan performa akademik anak pada usia sekolah," sambungnya.
Pentingnya figur ibu dalam membentuk kebiasaan minum di lingkungan keluarga turut dirasakan oleh Ibu Bijak AQUA Almiranti Fira.
"Di rumah, ibu itu ibarat 'menteri kesehatan' bagi keluarga. Pilihan sederhana seperti air minum ternyata punya dampak besar, karena anak-anak akan meniru kebiasaan orang tuanya setiap hari," kata Fira.
Almiranti Fira menyatakan langkah awal paling mudah untuk memelihara kesehatan adalah memilih air yang mutunya telah teruji. Ia menyarankan agar air minum diletakkan di tempat yang mudah dijangkau, menerapkan jadwal minum, serta memberikan teladan langsung kepada anak tanpa adanya unsur paksaan.