Apindo Soroti Kesenjangan Besar Penyerapan Tenaga Kerja Nasional
Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menyoroti kesenjangan besar antara kebutuhan lapangan kerja dengan kapasitas penyerapan tenaga kerja di dalam negeri pada Selasa (7/7/2026).
Kondisi tersebut dinilai memerlukan solusi komprehensif mengingat Program Magang Nasional tidak serta-merta menjadi jawaban tunggal untuk mengatasi persoalan pengangguran, seperti dilansir dari Bloomberg Technoz.
"Upaya peningkatan kualitas SDM harus berjalan beriringan dengan penciptaan lapangan kerja melalui peningkatan investasi, ekspansi industri, pengembangan sektor-sektor yang memiliki daya serap tenaga kerja tinggi, kemudahan berusaha, serta kepastian regulasi yang mampu meningkatkan kepercayaan investor," jelas Ketua Apindo Shinta Widjaja Kamdani.
Data Badan Pusat Statistik menunjukkan kebutuhan lapangan kerja Indonesia mencapai 9,5 juta hingga 12 juta orang per tahun, tetapi kapasitas serapnya baru berkisar 2,4 juta hingga 4,8 juta orang.
Penyerapan tenaga kerja juga kian menurun akibat berkurangnya elastisitas kesempatan kerja terhadap investasi, di mana pada 2013 setiap Rp1 triliun investasi menyerap 4.500 pekerja, namun kini anjlok sekitar 68–69 persen menjadi hanya 1.400 pekerja.
Fenomena ini mengindikasikan bahwa arus investasi yang masuk ke dalam negeri kini cenderung bersifat padat modal, sehingga menghasilkan penyerapan tenaga kerja yang lebih rendah dibandingkan satu dekade lalu.
Pemerintah ke depan diharapkan tidak sekadar fokus menarik investasi, melainkan juga harus mendorong investasi produktif yang berkualitas dan mampu membuka lebih banyak lapangan pekerjaan baru.
"Yang kita hadapi saat ini merupakan kombinasi tantangan di sisi supply maupun demand tenaga kerja. Di satu sisi, kualitas dan relevansi kompetensi lulusan memang masih perlu terus ditingkatkan. Namun di sisi lain, kapasitas penciptaan lapangan kerja juga menghadapi tantangan yang tidak kalah besar," tutur Shinta Widjaja Kamdani.