Anne Hathaway Ungkap Alami Katarak Dini Selama Satu Dekade

Share

Aktris Anne Hathaway membuat pengakuan mengenai kondisi kesehatannya yang sempat mengalami gangguan penglihatan parah akibat katarak dini pada usia produktif. Penyakit tersebut menyerang mata kirinya hingga hampir mengalami kebutaan legal selama sepuluh tahun.

Kondisi medis yang menimpa bintang film The Devil Wears Prada tersebut berlangsung saat dirinya berusia 30 hingga 40 tahun, sebagaimana dilansir dari Detik Health. Hathaway baru memutuskan mengambil tindakan operasi setelah dampak penurunan kualitas penglihatan yang dirasakannya semakin memburuk.

Hathaway membagikan pengalamannya tersebut secara terbuka saat berbicara mengenai riwayat kesehatan matanya kepada publik dalam sebuah wawancara.

"Saya buta setengah selama 10 tahun, usia 30 sampai 40 tahun," ungkap Hathaway, aktris.

Penjelasan lebih lanjut mengenai kerusakan penglihatan akibat penyakit tersebut disampaikan oleh peraih penghargaan Academy Award ini dalam kesempatan yang sama.

"Saya mengalami katarak dini, dan itu sangat memengaruhi penglihatan saya hingga membuat saya hampir buta total di mata kiri," lanjut Hathaway.

Berdasarkan data dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS, penyakit mata ini menyerang sekitar 17,2 persen orang dewasa berumur 40 tahun ke atas. Secara global, terdapat sekitar 94 juta orang yang terdampak katarak, menjadikannya salah satu pemicu utama gangguan penglihatan di dunia.

Faktor risiko timbulnya masalah mata pada usia muda ini kemudian diterangkan oleh praktisi medis profesional untuk memberikan edukasi kesehatan.

"Kasus-kasus katarak yang muncul lebih awal ini dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti genetika, kondisi medis tertentu, efek samping obat-obatan, hingga paparan lingkungan," ujar dr Ashley Brissette, dokter spesialis mata dan ahli bedah katarak di New York City.

Gejala awal dari kekeruhan lensa mata ini kerap bersifat halus dan rawan diabaikan oleh kelompok usia muda. Tanda-tandanya meliputi pandangan kabur seperti berkabut, sensitivitas terhadap cahaya, kesulitan melihat di malam hari, warna memudar, hingga kebutuhan cahaya lebih terang saat beraktivitas.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
daffa-raihan-maulana
Author