Anak 4 Tahun di Skotlandia Alami Stroke Dipicu Infeksi Cacar Air
Anak perempuan berusia 4 tahun di Skotlandia mengalami stroke yang diduga dipicu oleh infeksi cacar air yang dialaminya beberapa bulan sebelumnya, dilansir dari HaiBunda.
Pada Juni 2025, anak ini terbangun sambil muntah dan mengeluh sakit kepala, namun awalnya dianggap hanya sakit ringan oleh ibunya, Rebecca. Kondisi memburuk ketika anak tersebut tidak bisa duduk tegak dan jatuh ke sisi kiri.
Rebecca bersama suaminya mencoba mengajak anaknya bermain, tetapi anak yang kidal itu tidak mampu menangkap anak panah dengan tangan kiri. Rebecca curiga gejala ini terkait cerebral palsy yang dialami sejak bayi.
"Bisakah kamu meraih tangan Ibu?" tanya Rebecca, namun anaknya tidak bisa melakukannya.
Rebecca kemudian menghubungi rekan bisnis yang spesialis cedera otak. Anak tersebut disarankan segera dibawa ke ruang gawat darurat Rumah Sakit St John di Livingston.
Setibanya di rumah sakit, anak ini mulai berbicara terbata-bata dan wajah sebelahnya terkulai, sehingga langsung dirujuk ke Rumah Sakit Anak Royal Edinburgh untuk perawatan khusus.
Hasil CT scan, MRI, dan tes darah memastikan anak tersebut mengalami stroke. Dokter menemukan peradangan pada salah satu arteri utama yang memasok darah ke leher, dipicu oleh cacar air yang dialami pada Desember 2024. Akibatnya, anak tersebut tidak bisa menggerakkan sisi kiri tubuh.
"Wajahnya sangat lesu. Itu sangat menyayat hati. Dia tidak bisa makan atau berbicara," ujar Rebecca.
"Hal yang paling memilukan bagi saya adalah melihatnya. Dia sama sekali tidak terlihat seperti Olivia."
Dokter memastikan stroke ini tidak terkait dengan cerebral palsy yang sudah ada, meskipun kondisi tersebut membuat rehabilitasi menjadi lebih sulit. Anak ini lahir sembilan minggu lebih awal dan didiagnosis cerebral palsy ringan sejak bayi.
"Saya tidak menyangka anak semuda empat tahun bisa terkena stroke," kata Rebecca.
Kondisi anak mulai membaik setelah mendapat pengobatan antibiotik dan dirawat selama delapan minggu dari 29 Juni sampai 11 Agustus 2025.
Setelah keluar rumah sakit, anak mulai sekolah dan sekarang di usia 5 tahun sudah bisa berjalan sendiri di rumah serta menggunakan alat bantu jalan di sekolah.
"Karena dia sudah terbiasa dengan fisioterapi dan kunjungan ke rumah sakit, proses pemulihannya berjalan sangat alami," kata Rebecca.
"Dia tidak pernah mengeluh. Dia hanya menjalaninya. Dia anak yang tangguh. Dia anak yang sangat ceria," tambahnya.